JOGJA – Pohon beringin legendaris berusia lebih dari 100 tahun di kawasan Masjid Gede Mataram, Kotagede, Yogyakarta, kembali tumbang pada Selasa (11/2/2026) siang pukul 14.23 WIB.
Kejadian ini merupakan kali kedua dalam waktu kurang dari dua minggu, setelah pohon yang sama roboh sebagian pada 29 Januari 2026 lalu.
Menurut informasi dari akun X @merapi_uncover yang merilis video kejadian secara langsung, pohon tersebut tumbang secara tiba-tiba tanpa disertai angin kencang maupun hujan.
Akibatnya, beberapa kendaraan roda empat dan roda dua yang berada di bawah pohon tertimpa ranting serta bagian batang yang patah.
"14:23 update infoo lagi minn gaada angin gaada hujan pohon beringin kotagede tumbang lagi menimpa beberapa mobil dan motor (11/2/2026)," tulis akun @merapi_uncover dalam unggahan yang disertai rekaman video berdurasi sekitar 37 detik.
Video tersebut menunjukkan momen pohon roboh secara mendadak, disusul warga yang berlarian menyelamatkan diri.
Beberapa orang kemudian terlihat mulai membersihkan puing-puing dan membantu evakuasi kendaraan yang terdampak di area depan masjid.
Pohon beringin ini merupakan salah satu landmark bersejarah di Kotagede.
Pohon tersebut diyakini tumbuh sejak era Kerajaan Mataram Islam pertama (abad ke-16) dan menjadi saksi bisu sejarah panjang kawasan tersebut, termasuk kompleks Masjid Gede Mataram dan Makam Raja-Raja Kotagede.
Pada kejadian sebelumnya tanggal 29 Januari 2026, pohon yang sama roboh sebagian akibat hujan deras disertai angin kencang.
Saat itu, sejumlah kendaraan juga rusak parah, bahkan ada yang hancur.
Relawan setempat menyebut kondisi pohon sudah sangat tua dan rapuh, dengan catatan beberapa dahan pernah patah sebelumnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa dalam insiden terbaru ini.
Petugas kepolisian, Satpol PP, dan relawan masih melakukan evakuasi serta pengamanan lokasi untuk mencegah risiko tambahan bagi pengguna jalan di kawasan yang cukup ramai tersebut.
Pihak pengelola kawasan wisata sejarah Kotagede dan instansi terkait diperkirakan akan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pohon-pohon tua di area bersejarah untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.(iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin