JOGJA - Rumah dinas (rumdin) bupati Sleman di Jalan Parasamya No. 1 Beran, Tridadi, Sleman, kembali disebut-sebut menjadi tempat pengumpulan proposal hibah pariwisata 2020. Proposal diajukan sejumlah kelompok sadar wisata (pokdarwis).
Fakta itu terungkap dalam persidangan lanjutan dengan terdakwa mantan Bupati Sleman Sri Purnomo (SP). “Proposal saya serahkan ke rumdin bupati Sleman dan diterima Anas,” ujar Ketua Karang Karuna Ngemplak, Sleman, Rinto Budi Antoro di depan sidang di Pengadilan Tipikor Jogja, Senin (9/2/2026).
Sosok Anas yang dimaksud Rinto tak lain orang dekat anggota DPRD Sleman Raudi Akmal (RA) yang juga putra SP. Anas pernah menjadi sekretaris pribadi RA. Anas memiliki nama lengkap Karunia Anas Hidayat. Dia juga menjabat sekretaris Karang Taruna Kabupaten Sleman.
Rinto mengungkapkan semua fakta secara terbuka. Dia juga bicara blak-blakan, termasuk saat menjawab pertanyaan Soepriyadi SH, penasihat hukum (PH) SP.
“Berapa kali Saudara Saksi ke rumdin bupati Sleman. Satu kali ya,” tanya Soepriyadi seperti hendak meminta penegasan. Ternyata Rinto menolak mengiyakan.
Pria yang memiliki sejumlah usaha laundry dan distributor plastik itu justru menegaskan dirinya datang ke rumdin bupati Sleman lebih dari sekali. “Tiga atau empat kali,” tandasnya.
Kembali soal proposal, Rinto mengaku mengantarkan empat buah. Semua dari pokdarwis di Kapanewon Ngemplak. Masih menjawab pertanyaan PH, Rinto juga membeberkan bertemu Anas di salah satu ruangan.
“Anas punya ruangan di rumah dinas bupati Sleman,” bebernya. Ruangan itu biasa untuk menerima proposal dan menggelar rapat-rapat. Rinto tak menampik proposal hibah pariwisata diajukan ada kaitannya dengan dukungan terhadap pencalonan Kustini-Danang Maharsa.
Kesaksian Rinto soal Anas dan penggunaan rumdin untuk mengumpulkan proposal berkesesuaian dengan keterangan saksi-saksi sebelumnya. Antara lain, Bendahara Karang Taruna Sleman Septi Wahyu Afrianto. Biasa disapa Fian.
Saat sidang pada Senin (2/2), Fian sempat mewek. Saksi berlatar belakang dokter itu menangis. Sama seperti Anas, Fian diketahui orang kepercayaan RA. Fian membeberkan rumdin bupati Sleman dipakai sebagai posko relawan muda pendukung Kustini. Ibunda RA yang ketika itu maju sebagai calon bupati Sleman.
Terkait info dana hibah Fian mengetahui dari Anas. Fian juga menjabat Ketua Karang Taruna Ngaglik, Sleman. Dia membawa titipan beberapa proposal dari pokdarwis. Diserahkan ke Anas di rumdin bupati Sleman. Ada lebih dari 10 proposal.
Baca Juga: DKPP Bantul Catat Ada 26 Kaus PMK 2026, Dua Sapi di Pundong Mati
Kesaksian senada disampaikan Gigih Wijaya Kurniawan dan Slamet Budiyanta (SBY). Gigih merupakan mantan manajer pemenangan RA sebagai calon anggota DPRD Sleman pada Pemilu 2019. Sedangkan SBY menjabat koordinator pemenangan Kustini untuk Dapil Sleman 3 dan 4 saat Pilkada 2020.
Dalam sidang, jaksa penuntut umum (JPU) juga mengajukan tujuh saksi lainnya. Mereka rata-rata pengurus pokdarwis dari Kapanewon Ngemplak. Dalam sidang terungkap, penerima hibah sebagian besar dibentuk menjelang hibah dicairkan. Mirip dengan promosi tahu bulat yang digoreng dadakan. “Pokdarwis kami dibentuk dadakan,” ujar Ketua Pokdarwis Sumber Cuwo Didik.
Sumber Cuwo merupakan destinasi wisata yang memiliki sumber mata air di Kalurahan Umbulmartani, Ngemplak. Informasi hibah diperoleh Didik dari dukuh di tempatnya. “Ada hibah pariwisata kami diminta membuat pokdarwis,” ceritanya menjawab pertanyaan Jaksa Wiwik Triatmini.
Wiwik kemudian mengejar dengan pertanyaan lain. Dia menanyakan destinasi yang dikelola Didik. Awalnya merupakan wisata air. Ada yang digunakan untuk edukasi renang dan lainnya. Koordinator JPU itu ingin satu saat berkunjung. Namun Didik buru-buru menjelaskan kondisi destinasi Sumber Cuwu telah berubah.
“Sekarang menjadi tempat umbah-umbah (mencuci pakaian, Red),” tutur Didik polos. Mendengar keterangan itu, Wiwik tak kuasa menahan senyum. Demikian pula dengan Ketua Majelis Hakim Melinda Aritonang. Tampak mesem.
Didik mengakui dua kali menerima pesan terselubung dari dukuh. Isinya agar ikut membantu pemenangan dalam pilkada. “Sebagai ucapan terima kasih agar ikut memenangkan Ibuk. Itu disampaikan di rumah saya dan saat gotong royong," jelasnya. JPU meminta kepastian Didik dengan sosok yang dimaksud Ibuk . “Itu Ibu Kustini calon bupati No. 03,” terangnya.
Saksi lain, pengurus pokdarwis Dusun Sawahan Budi Winarno. Dia mengaku mendapatkan info hibah pariwisata dari Ketua Karang Taruna Ngemplak Rinto Budi Antoro. Ada pesan khusus dari Rinto bila hibah cair.
"Nek bisa dibantu, nanti untuk kemenangan Kustini-Danang," ujarnya menirukan pesan Rinto. Proposal disetujui saat diundang Budi di Hotel Innside Maguwoharjo, Depok, Sleman. Nilainya Rp 55 juta.
Pengurus Karang Karuna Kapanewon Sleman Hilda juga menerima pesan terkait dukungan ikut memenangkan Kustini. Dia mendapatkan informasi hibah pariwisata dari Jumadi yang menjabat majelis penasihat karang taruna (MPKT). Hilda diminta membuat proposal agar desa wisata yang dikelolanya lebih produktif. Selepas rapat, Jumadi meminta agar ikut mendukung kemenangan dalam pilkada.
"Nduk, ini besok dibantu ya untuk pemenangannya Ibuk Kustini," ucap Helda menirukan pesan Jumadi yang aktif sebagai tim sukses Kustini-Danang. Proposal yang diajukan untuk wisata konservasi alam. Lagi-lagi seperti tahu bulat, pokdarwis tempat Hilda juga dibuat dadakan.
Saksi lainnya yang diminta keterangan, antara lain, perwakilan Pokdarwis Tuk Bulus Bimomartani Haryanto, Pokdarwis Sendang Joho Lanang Ngemplak Joko Pribadi, Pokdarwis Goa Tomonggolo Ngempak Suwarjo dan saksi Bukhori. (oso/kus/laz)
Editor : Herpri Kartun