JOGJA - Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Jogja mengklaim tiga titik rawan genangan kini sudah teratasi berkat penambahan sumur resapan.
Selama musim hujan tahun ini, genangan disebut cepat surut dan tidak lagi mengganggu aktivitas warga maupun pengguna jalan.
Kepala DPUPKP Kota Jogja Umi Akhsanti mengatakan, ketiga titik rawan genangan yang sudah teratasi di antaranya Jalan Parangtritis, Japan Kusumanegara, dan Jalan Karangkajen.
Ketiga ruas jalan itu pada tahun lalu merupakan langganan genangan air saat curah hujan tinggi.
Namun selama musim penghujan tahun ini, diklaim sudah bebas dari genangan.
Pun kalau ada, biasanya akan segera meresap ke dalam saluran drainase.
Sehingga tidak menjadi masalah serius bagi pengguna jalan maupun masyarakat sekitar.
Baca Juga: Pasar Saren Sleman Terus Lestarikan Budaya Nyadran dengan Usung Jodang untuk Bawa Makanan
“Hal itu karena kami menambah beberapa sumur resapan di akhir 2025, dan itu cukup lumayan untuk mengurangi genangan yang ada di Kota Jogja,” ujar Umi saat dikonfirmasi lewat sambungan telepon, Minggu (8/2/2026).
Mantan Kepala Bidang Bina Marga DPUPKP Kota Jogja itu menjelaskan, sumur resapan memang memiliki peran krusial. Sebab menambah tampungan air pada drainase ketika musim penghujan.
Di samping itu, kehadiran sumur resapan juga mengantisipasi semua air hujan langsung mengalir ke sungai. Sehingga dapat mencegah terjadinya luapan air sungai.
“Begitu hujannya reda, langsung airnya surut lagi,” ungkap Umi.
Kendati tiga titik genangan teratasi, Pemkot Jogja masih memiliki pekerjaan rumah (PR) di Kawasan Langensari dan Kampung Klitren.
Lantaran sampai awal tahun ini genangan di wilayah Kemantren Gondokusuman itu belum teratasi.
Kepala Bidang Sumber Daya Air dan Drainase DPUPKP Kota Jogja Rahmawan Kurniadi menambahkan, permasalahan genangan karena berada di titik cekungan.
Sehingga saat hujan turun air akan cepat menuju kawasan permukiman.
Dia mengaku sudah menyiapkan solusi. Yakni dengan membuat saluran air baru menuju Sungai Belik. Namun proyeknya belum bisa terlaksana tahun ini. “ Anggaran belum ada,” bebernya. (inu/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita