Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kuota Tiket PSIM Jogja vs Persis Solo Naik 1.000, Panpel Akan Perketat Pengamanan Derby Mataram di SSA

Fahmi Fahriza • Selasa, 3 Februari 2026 | 22:02 WIB

 

 

PSIM Jogja saat bertanding di Stadion Sultan Agung Bantul.
PSIM Jogja saat bertanding di Stadion Sultan Agung Bantul.

JOGJA - Panitia Pelaksana (Panpel) PSIM Jogja memastikan adanya peningkatan kuota penonton pada laga kandang melawan Persis Solo di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, Jumat (6/2) mendatang. Setelah pada laga kandang sebelumnya kontra Persebaya Surabaya hanya menyediakan 8.000 tiket, kali ini kuota penonton menjadi 9.000 tiket.

Ketua Panpel PSIM Wendy Umar menjelaskan, penambahan kuota tersebut merupakan hasil evaluasi dari laga sebelumnya yang dinilai berjalan aman, tertib, dan kondusif.  Pada laga melawan Persebaya sebelumnya, panpel dan manajemen PSIM diminta membuktikan bahwa pertandingan dengan jumlah penonton terbatas dapat dilaksanakan tanpa gangguan keamanan maupun keresahan warga sekitar stadion.

 "Dengan kuota 8.000 kemarin, kita diminta membuktikan apakah pertandingan bisa berjalan tertib, lancar, dan tetap menjaga kamtibmas. Alhamdulillah sampai pertandingan selesai tidak ada kejadian yang tidak kita inginkan," ujar Wendy Selasa (3/2).

Meski sempat ditemukan kehadiran suporter tim tamu di sekitar area stadion, Wendy menyebut situasi itu dapat diantisipasi melalui komunikasi dan koordinasi di lapangan, sehingga tidak berkembang menjadi insiden yang lebih besar.

"Memang ada beberapa suporter tim tamu yang bisa sampai di area SSA, tapi semuanya bisa kita komunikasikan dan antisipasi dengan baik," katanya.

Berdasarkan evaluasi tersebut, Panpel PSIM kemudian mengajukan permohonan peningkatan kuota penonton untuk laga Derby Mataram melawan Persis Solo. Wendy menyampaikan, rekomendasi venue di SSA telah dikantongi, sementara rekomendasi dari pihak kepolisian masih terus diproses melalui analisa risiko dan rencana pengamanan.

Ia menegaskan, angka 9.000 penonton menjadi kuota yang disiapkan Panpel untuk laga sarat gengsi tersebut. "Intinya kuota untuk pertandingan lawan Persis Solo adalah 9.000," tegasnya.

Untuk menjaga keamanan laga yang sarat rivalitas itu, Panpel PSIM memaksimalkan penjualan tiket melalui dua wadah suporter resmi PSIM, yakni Brajamusti dan Maident. Skema ini dinilai lebih terkontrol karena data pembeli tiket dapat ditelusuri dengan mudah.

"Salah satu concern dari pihak kepolisian adalah pendistribusian tiket. Karena lewat dua wadah suporter ini jauh lebih terfilter dan tracing datanya lebih mudah," jelas Wendy.

Di sisi lain, apabila tiket masih tersedia setelah masa pre-sale, panpel akan membuka penjualan secara daring dengan sejumlah pembatasan. Di antaranya penggunaan NIK DIJ serta riwayat pembelian tiket laga PSIM sebelumnya.

"Online tetap kita buka jika masih tersedia, tapi tidak sembarangan. Kita filter menggunakan NIK DIJ dan historical pembelian," tambahnya.

Kenaikan kuota penonton itu mendapat sambutan positif dari kalangan suporter PSIM. Salah satu suporter PSIM Ridho Nurcahyo menilai tambahan kuota menjadi kabar baik, terutama mengingat tingginya antusiasme pada laga derby.

"Saya senang kuotanya bisa naik dibanding laga sebelumnya. Apalagi ini laga derby, antusiasmenya besar," ujarnya.

Ia mengungkapkan, di pertandingan kandang sebelumnya melawan Persebaya ia juga menonton. Walaupun ia kurang puas dengan hasil kekalahan yang didapatkan PSIM. "Pas lawan Persebaya nonton juga, sayangnya kalah. Untuk lawan Persis Solo ini wajib menang. Ini Derby Mataram,"paparnya. (iza/laz)

 

Editor : Herpri Kartun
#Persis Solo #stadion sultan agung #Maident #Brajamusti #derby mataram #Laskar Mataram #PSIM Jogja