JOGJA - Pohon beringin tua yang tumbang di Kompleks Makam Raja-Raja Mataram Kotagede, dinilai keramat bagi sebagian orang.
Pohon tersebut diperkirakan sudah lebih dari 600 tahun sejak zaman Panembahan Senopati. Bahkan saat ini bagian dari pohon tersebut banyak diminta oleh peziarah karena dianggap keramat.
Seorang warga sekitar Suratno menceritakan bahwa pohon tersebut telah ada sejak Raja Mataram pertama atau pada zaman Panembahan Senopati. Ranting pohon tersebut dikatakan beberapa kali roboh.
"Beberapa kali roboh, tapi memang belum pernah ada korban jiwa," ujarnya saat ditemui di lokasi kejadian.
Kompleks Makam Raja-Raja Mataram Kotagede terbagi menjadi dua wilayah secara teritori kerajaan. Sebelah selatan, merupakan diurusi oleh abdi dalem Keraton Jogja. Sedangkan sebelah Utara diurusi oleh abdi dalem Keraton Surakara.
"Setahu saya kalau yang roboh ini kan masuk wilayah Keraton Jogja," imbuhnya.
Ia yang sehari-hari berkegiatan di Kompleks Makam Raja Raja Mataram Kotagede menilai pohon tersebut dikeramatkan. Sebab, banyak pengunjung maupun peziarah yang sering meminta bagian dari pohon itu untuk dibawa pulang.
"Kaya minta sulur pohon, daun bolak balik hingga akarnya," jelasnya.
Abdi dalem yang mengurus lokasi tersebut, lanjutnya, juga rutin melakukan perawatan di area pohon. Bahkan, dilakukan penghormatan dengan pemerian sesaji seperti adat keraton pada umumnya.
"Yo diselameti ngoten," ucapnya. (oso)
Editor : Heru Pratomo