Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bakesbangpol Kota Jogja Buka Rekrutmen Duta Demokrasi, Didapuk Jadi Agen Penangkal Hoaks dan Politik Uang

Iwan Nurwanto • Rabu, 28 Januari 2026 | 20:15 WIB

 

BUKA REKRUTMEN: Suasana jumpa pers terkait dengan rekrutmen duta demokrasi yang dilaksanakan di Balai Kota Jogja, Rabu (28/1/2026).
BUKA REKRUTMEN: Suasana jumpa pers terkait dengan rekrutmen duta demokrasi yang dilaksanakan di Balai Kota Jogja, Rabu (28/1/2026).

JOGJA - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Jogja kembali membuka rekrutmen duta demokrasi.

Masuk tahun kedua, program tersebut fokus mencetak agen-agen yang dapat memberikan edukasi politik kepada generasi muda.

Kepala Bidang Politik Dalam Negeri dan Organisasi Kemasyarakatan Bakesbangpol Kota Jogja Polana Setiya Hati mengatakan, rekrutmen agen demokrasi dibuka dari tanggal 19 Januari hingga 3 Februari 2026.

Syaratnya wajib warga Kota Jogja berusia 19 hingga 40 tahun dan membuat esai dengan tema kontribusi demokrasi.

Polana menyampaikan, duta demokrasi memiliki tugas utama untuk memberikan edukasi politik.

Sekaligus mengajak generasi muda untuk menggunakan hak pilihnya dalam pemilihan umum di tingkat daerah maupun nasional.

 Baca Juga: Pengalaman Pertama God Bless Tampil di Depan Santri, Gus Yusuf Ingin Generasi TikTok Kenal Karya Legenda Rock Indonesia

“Generasi muda ini jumlahnya besar dan sangat krusial sebagai pilar demokrasi, tetapi masih banyak yang belum menggunakan hak pilihnya,” ujar Polana saat ditemui di Balai Kota Jogja, Selasa (27/1/2026).

Di samping itu, duta demokrasi juga memiliki tugas lain untuk menjaga kondusivitas. Contohnya membendung penyebaran berita bohong atau hoaks yang marak terjadi di media sosial.

Kemudian juga diharapkan dapat mengantisipasi politik uang yang cukup marak terjadi menjelang pemilihan umum.

Para duta demokrasi memiliki tugas memberi pemahaman mendalam kepada masyarakat tentang efek buruk politik uang.

Selain isu politik praktis, Polana juga menekankan para duta demokrasi juga wajib mengimplementasikan nilai-nilai kesetaraan, keadilan, dan anti-kekerasan dalam kehidupan sehari-hari.

Misalnya untuk mencegah adanya praktik kekerasan yang terjadi di lingkungan pendidikan.

 Baca Juga: Butuh Lima Jam untuk Evakuasi Pascatabrakan di Perlintasan Kutowinangun, 21 Perjalanan Kereta Api Terlambat

Meskipun duta demokrasi bersifat relawan dan tanpa honorarium, generasi muda diyakini bakal antusias untuk menjadi bagian dalam program tersebut. Sebab banyak manfaat yang bisa didapatkan.

“Para duta demokrasi akan mendapatkan penguatan kapasitas melalui pendidikan politik, forum diskusi, serta dilibatkan sebagai narasumber dalam berbagai kegiatan edukasi demokrasi di sekolah dan masyarakat,” tambahnya. (inu/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#duta demokrasi #politik uang #Edukasi Politik #Bakesbangpol #penangkal hoaks #Rekrutmen