JOGJA - Sejumlah komoditas sayuran di Pasar Beringharjo mengalami kenaikan hingga lebih dari 100 persen akibat program makan bergizi gratis (MBG). Terkhusus untuk sayuran jenis bunga kol dan brokoli.
Pedagang sayur di Pasar Beringharjo Ida Ida Chabibah mengatakan, harga bunga kol saat ini menyentuh Rp 25 ribu per kilogram. Naik 150 persen, karena sebelumnya hanya di angka Rp 10 ribu. Sedangkan brokoli, kenaikan harga menyentuh 115 persen. Dari Rp 13 ribu menjadi Rp 28 ribu per kilogram.
Menurut Ida, kenaikan harga dua jenis sayuran itu terjadi sejak awal tahun. Tepat saat kegiatan belajar mengajar di sekolah kembali setelah masa libur panjang. Penyebabnya brokoli dan bunga kol banyak digunakan untuk program MBG. Sehingga berpengaruh terhadap ketersediaan barang dari pemasok.
“MBG itu pengaruh sekali karena permintaan sayuran meningkat dan membuat ketersediaan di pasar menipis, jadi harganya naik,” ujar Ida saat ditemui di kiosnya Selasa (27/1).
Sementara harga komoditas cabai yang biasanya kerap naik, justru anjlok. Dia pun mencontohkan harga cabai rawit yang hanya Rp 55 ribu per kilogram. Turun Rp 5 ribu dibandingkan pekan lalu.
Penurunan cukup signifikan terjadi pada komoditas cabai lalap. Lantaran pada pekan lalu berada di harga Rp 80 ribu, dan kini hanya Rp 50 ribu. Lalu cabai teropong dari Rp 50 ribu menjadi Rp 40 ribu per kilogram. Sementara cabai keriting cenderung stabil di harga Rp 35 ribu per kilogram.
“Kalau untuk cabai yang biasanya naik sekarang malah biasa-biasa saja, karena permintaanya tidak banyak,” beber Ida.
Pedagang lain Maryani pun memprediksi, harga cabai akan naik saat mendekati Ramadan. Bahkan kenaikannya mungkin bisa dua kali lipat dibandingkan harga sekarang.
Selain cabai, kemungkinan harga ayam akan ikut meroket. Misal jika harga saat ini berada di Rp 35 ribu per kilogram, bulan depan bisa menyentuh Rp 40 ribu. “Biasanya seperti itu, karena banyak kegiatan pengajian atau untuk takjil,” ungkap perempuan 60 tahun ini. (inu/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita