Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Praktis Jadi Alasan, Pemkot Jogja Catat 967 KK Buang Limbah Kamar Mandi Langsung ke Sungai

Iwan Nurwanto • Minggu, 25 Januari 2026 | 19:50 WIB

Suasana kawasan pemukiman penduduk di bantaran Sungai Winongo, wilayah Pringgokusuman, Kemantren Gedong Tengen, Kota Jogja, Rabu (21/1/2026).
Suasana kawasan pemukiman penduduk di bantaran Sungai Winongo, wilayah Pringgokusuman, Kemantren Gedong Tengen, Kota Jogja, Rabu (21/1/2026).

JOGJA - Pembuangan limbah kamar mandi langsung ke sumber air ternyata cukup marak di Kota Jogja.

Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) mencatat ada 967 kepala keluarga (KK) atau sekitar 2,737 jiwa yang melakukan kebiasaan tersebut.

Berdasarkan penelusuran Radar Jogja, aktivitas membuang limbah kamar mandi langsung ke sungai itu terjadi di bantaran Sungai Winongo. Tepatnya di Kelurahan Pringgokusuman, Gedongtengen.

Baca Juga: Puluhan Suporter Persebaya Terpantau di Kawasan SSA Bantul, Panpel Tegaskan Tak Ada yang Masuk Stadion

Salah satu warga, Slamet mengatakan, alasannya masih mengalirkan limbah kamar langsung ke sungai karena lebih praktis dan hemat biaya.

Selain itu, masalah lahan terbatas di tempat tinggalnya juga menjadi alasan tidak dapat membuat septic tank.

Dari dulu kalau limbah kamar mandi memang dibuangnya ke sungai, wong praktis,” ujar Slamet kepada Radar Jogja, Minggu (25/1/2026).

Baca Juga: Waspada Cuaca Ekstrem, Ratusan Pohon Rawan Tumbang Tersebar di Sembilan Ruas Jalan di Kota Jogja, Ini Lokasinya!

Pria 56 tahun itu paham, mengalirkan limbah kamar mandi ke sungai memang tidak benar.

Namun menurutnya, hal tersebut sudah menjadi kebiasaan warga bantaran sungai. Bahkan sejak dulu mayoritas rumah banyak yang membuat pipa langsung mengalir ke sungai.

Pria yang bekerja serabutan inu mengaku, siap menanggung konsekuensi jika memang kebiasaannya mengalirkan limbah kamar mandi ke sungai ditertibkan.

Baca Juga: Pendapatan Retribusi Pariwisata Gunungkidul Tembus Rp 5,4 Miliar di Awal 2026, Lonjakan Kunjungan Wisatawan Dipengaruhi Libur Isra Mikraj

Namun dia berharap, ada saluran pengganti supaya limbah dari rumahya tetap bisa dibuang dengan cara yang benar.

“Kalau ditata jelas mau, tapi ada solusi,” bebernya.

Sementara itu, Analis Kebijakan Muda Kelompok Substansi Penataan Perumahan dan Permukiman DPUPKP Kota Jogja Cicilia Novi menyatakan, sebanyak 368 sambungan rumah akan dioptimalkan tahun ini.

Baca Juga: UMK 2026 Naik tapi Usaha Mikro dan Kecil Dapat Pengecualian, Disdagnaker Bilang Begini

Dalam arti, rumah yang masih mengalirkan limbah ke sungai akan diganti menggunakan instalasi pengolahan air limbah (IPAL).

Cicilia mengakui, sebagian besar rumah di bantaran sungai memang tidak hanya mengalirkan limbah kamar mandi.

Namun juga limbah dapur langsung ke sungai. Paling banyak di Kelurahan Karangwaru, Pringgokusuman, dan Kricak.

Baca Juga: Dalam Waktu Bersamaan, Dua Warga Tenggelam di Sungai: BPBD Gunungkidul Perketat Imbauan Keselamatan di Tengah Cuaca Ekstrem

Menurutnya, rumah yang masih mengalirkan limbah ke sungai merupakan bangunan lama.

Sebab mulai beberapa tahun lalu pembangunan rumah wajib memiliki sanitasi yang baik dan dibuktikan melalui dokumen Persetujuan Bangunan dan Gedung (PBG).

“Kami secara bertahap akan menyelesaikan pekerjaan rumah sanitasi tidak layak ini,” tandas Cicilia. (inu)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#DPUPKP Kota Jogja #sungai winongo #limbah kamar mandi #sungai #bantaran sungai