YOGYAKARTA – Angin kencang menerjang Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sejak Jumat (23/1/2026) malam hingga Sabtu (24/1/2026) sore.
Kabupaten Sleman menjadi wilayah paling terdampak, dengan dua warga dilaporkan meninggal dunia dan puluhan rumah mengalami kerusakan.
Data Pusdalops PB BPBD DIY mencatat, cuaca ekstrem ini dipicu aktivitas angin lapisan atas dengan kecepatan mencapai 83 km/jam, yang dipengaruhi Siklon Tropis Luana di wilayah Australia. Dampaknya menyebar hampir merata di DIY.
Di Sleman, terdapat 68 titik kejadian di 11 kapanewon.
Selain korban jiwa, bencana ini menyebabkan 62 pohon tumbang, 14 akses jalan terganggu, 13 jaringan listrik rusak, serta 35 rumah dan sejumlah kendaraan terdampak.
Tak hanya Sleman, Kota Yogyakarta juga dilanda angin kencang di 16 titik yang tersebar di delapan kemantren.
Sejumlah pohon tumbang menimpa tempat usaha dan tower, sementara di Bantul tercatat gangguan pada akses jalan nasional akibat pohon roboh.
Di Kulon Progo, satu rumah dilaporkan rusak di Kalibawang.
Sedangkan Gunungkidul hingga Sabtu sore dilaporkan nihil kejadian.
Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Tagana, PLN, relawan, dan masyarakat terus melakukan assessment dan penanganan darurat di lokasi terdampak.
BPBD DIY mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi cuaca ekstrem masih bisa terjadi.
Baca Juga: Kecepatan Angin di Sleman Capai 83 Kilometer Per Jam, BMKG Yogyakarta: Dampak Siklon Tropis Luana
Angin Kencang Terjang DIY, Sleman Paling Parah: Dua Warga Meninggal dan Puluhan Rumah Rusak.
Angin Kencang Hantam DIY, Sleman Terparah: Dua Orang Meninggal.
Siklon Luana Picu Angin Kencang di DIY, BPBD Catat 93 Titik Kejadian. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin