RADAR JOGJA - Pasca relokasi kios buku di sepanjang Jalan Prof Kahar Muzakir, Terban, Jogja dilakukan kondisi trotoar kini lebih lapang. Rencana penataan pun sudah disiapkan Pemkot Jogja.
Pantauan Radar Jogja Kamis (22/1) siang, di sepanjang trotoar Jalan Prof Kahar Muzakir lapak-lapak kios buku sudah dirobohkan. Hanya tinggal menyisakan puing-puing bangunan bekas kios.
Sejumlah pejalan kaki juga telah memanfaatkan fasilitas trotoar. Bayu Rafdi misalnya, karyawan swasta yang kantornya berada di kawasan Terban ini mengaku cukup senang fungsi trotoar bisa dioptimalkan.
Sebelumnya, dia kerap merasa takut diserempet kendaraan. Karena terpaksa menggunakan badan jalan untuk berjalan kaki di sepanjang Jalan Prof Kahar Muzakir menuju tempatnya biasa mencari makan siang.
“Kalau sekarang agak lumayan, karena enak buat jalan kaki. Walaupun memang belum bersih,” ujar Bayu. Warga Sleman ini berharap, pembersihan puing-puing bekas bangunan lapak buku bisa segera dilakukan. Sebab berbahaya bagi orang yang berjalan tanpa menggunakan alas kaki.
Lantaran puing-puing sisa kios buku banyak menyisakan benda-benda tajam seperti paku dan patahan kayu. Di sisi lain juga menimbulkan debu ketika diterpa angin. “Harapannya supaya cepat ditata aja sih, agar nyaman,” bebernya.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Jogja Agus Tri Haryono mengaku sudah menyiapkan rencana penataan di Jalan Prof Kahar Muzakir. Termasuk tujuh ruas jalan lain yang trotoarnya dibersihkan dari lapak-lapak pedagang kaki lima. Meliputi Jalan Sudirman, Jalan C Simanjuntak, Jalan Dr Sardjito, Jalan Cik Di Tiro, Jalan Kartini, Jalan Herman Yohanes, dan Jalan Terban.
Menurut Agus, penataan delapan ruas jalan itu dilakukan bertahap. Pertama dikembalikan terlebih dahulu fungsi trotoarnya. Lalu seiring waktu berjalan akan diperindah dengan taman dan penambahan lampu-lampu jalan. "Nanti ada perubahan desain yang lebih bagus agar nyaman untuk berjalan kaki," katanya. (inu/laz)