Motif batik geblek renteng masih jadi salah satu favorit Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo. Terbukti saat menghadiri pelantikan pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) DIY periode 2025-2030 di kantor Gubernur Kepatihan Jogja, Kamis (22/1), Hasto memakai baju dengan motif batik geblek renteng.
Mengenakan baju batik kombinasi berwarna biru dan putih, Hasto duduk di barisan depan bersama Gubernur DIY HB X, Ketua DPRD DIY Nuryadi serta pengurus PWI pusat dan DIY.
Motif batik geblek renteng terlihat di pundak baju. Menyerupai angka 8. Yang terinspirasi dari makanan khas Kulon Progo geblek yang terbuat dari ketela pohon. Di bagian depan pun terdapat motif batik geblek renteng dengan ornamen lainnya.
Ketika ditanya alasannya memakai baju dengan motif batik geblek renteng, Hasto mengaku tidak ada alasan khusus. "Ya karena masih bagus saja, ini kan dulu seragam di Kulon Progo," kata Bupati Kulon Progo periode 2011-2016 dan 2017-2019.
Saat memimpin Bumi Binangun, di 2012 Hasto membuat sayembara membuat motif khas Kulon Progo. Geblek Renteng merupakan karya siswa SMAN 1 Wates, Kulon Progo Ales Candra Wibawa.
Setelah itu, motif geblek renteng tersebut dipakai menjadi identitas Kulon Progo. Mulai dari seragam ASN dan anak sekolah hingga ornamen di perkantoran.
Tapi pada 15 Juni 2025 lalu, Pemkab Kulon Progo di bawah kepemimpinan Agung Setyawan dan Ambar Purwoko meresmikan batik baru yang diberi nama Songsong Agung Ngambararum dan Binangun Kertaraharja.
Agung sempat menjelaskan alasannya menghapus batik geblek renteng karena permintaan Raja Keraton Jogja sekaligus Gubernur DIY HB X.Tak hanya itu Agung juga meneken Perbup No. 41 Tahun 2025.
Isinya, antara lain, menetapkan Batik Binangun Kertaraharja sebagai PDH ASN Kulon Progo yang dipakai setiap Kamis.
Hasto sendiri kembali mengelak ada maksud lain dengan mengenakan baju dengan motif batik geblek renteng di hari Kamis. "Itu ajudan Ngarso Dalem (Gubernur DIY HB X) juga pakai (batik) geblek renteng kok," ujarnya sambil menunjuk salah satu pegawai Pemprov DIY.
Termasuk ketika ditanya kenapa tidak mengenakan baju dengan motif batik khas Kota Jogja Segoro Amarto, "Kan (batik Segoro Amarto) dipakai tiap Selasa."
Editor : Heru Pratomo