Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pertama di Indonesia Embarkasi Haji Hotel Kulon Progo, Bea Cukai Ingatkan Jemaah Maksimal Bawa 2 Slop Rokok

Heru Pratomo • Selasa, 20 Januari 2026 | 19:29 WIB
(Plh) Kepala Bea Cukai Jogjakarta Imam Sarjono
(Plh) Kepala Bea Cukai Jogjakarta Imam Sarjono

 

JOGJA - Embarkasi dan debarkasi haji berbasis hotel di Kulon Progo akan menjadi kali pertama diterapkan di Indonesia. Pihak-pihak yang terlibat langsung dalam proses keberangkatan dan kepulangan jemaah haji pun bersiap.

Di antaranya Bea Cukai Jogjakarta yang sudah mulai membentuk tim yang bersiap selama musim haji 2026 nanti. Mereka akan berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Kementerian Haji, Angkasa Pura hingga Balai Karantina.

"Ada 36 pegawai kami yang disiapkan untuk meng-handle selama tiga bulan penuh, sebulan sebelum keberangkatan hingga sebulan setelah kedatangan," kata Pelaksana Harian (Plh) Kepala Bea Cukai Jogjakarta Imam Sarjono dalam media gathering Bea Cukai Jogjakarta, Selasa (20/1).

Diakuinya embarkasi haji di Kulon Progo ini akan menjadi pengalaman perdana. Ditambah lagi dengan lokasi embarkasi yang berada di hotel. Di lokasi lain embarkasi haji lokasinya berada di asrama haji.

Meskipun begitu Imam meminta pegawainya bekerja dengan smart, supaya justru tidak menghambat dalam pelayanan haji.

"Kalau di asrama haji alurnya sudah tertata, tapi dengan embarkasi di hotel ini dipetakan alur kegiatan, menginventarisasi potensi permasalahan, serta mengidentifikasi titik-titik krusial agar tidak terjadi hambatan, khususnya terkait barang bawaan jemaah," ungkapnya.

Hal itulah yang akan disiapkan dalam simulasi pemberangkatan haji yang rencananya digelat Senin (26/1). Bersama lembaga terkait lainnya, akan melakukan inventaris masalah mulai dari kedatangan di hotel, saat jemaah masuk, lokasi penempatan barang hingga saat jemaah berangkat ke bandara YIA.

Informasi yang diterimanya embarkasi dan debarkasi di Kulon Progo akan melayani 27 kloter. Dengan total 9.641 jemaah haji dari wilayah DIY dan Jawa Tengah.

"Kami sudah usulkan ke Angkasa Pura untuk menyiapkan mesin X-Ray, karena tidak mungkin kami cek satu per satu," ungkapnya.

Kepala Bea Cukai Magelang itu mengaku, pihaknya juga sudah menyiapkan buku saku hingga video pendek terkait alur pemeriksaan hingga barang yang dilarang untuk dibawa.

Dari pengalaman Bea Cukai di embarkasi dan debarkasi lainnya, yang paling sering ditemukan adalah jemaah membawa rokok terlalu banyak dari ketentuan. Imam menyebut aturan yang diperbolehkan satu jemaah maksimal hanya boleh membawa 200 batang rokok atau dua slop rokok.

Bea Cukai memilih untuk melakukan penyitaan kelebihan rokok yang dibawa tersebut di debarkasi Indonesia ketimbang berurusan dengan Bea Cukai di Arab Saudi yang malah menghambat kedatangan jemaah.

"Kalau ada yang membawa lebih dari 200 batang rokok akan kami sita dan keluarganya yang akan mengambil, daripada disita juga di negara tujuan," jelasnya.

Editor : Heru Pratomo
#debarkasi #haji #Imam Sarjono #Magelang #bea cukai #asrama #Plh #x-ray #YIA #rokok #embarkasi #Jogjakarta