Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Hasto Wardoyo Klaim 1.100 Ember Rutin Tampung Limbah Organik Rumah Tangga  Setiap Hari

Iwan Nurwanto • Senin, 19 Januari 2026 | 19:12 WIB
PENUH LAGI: Kondisi Depo Argolubang di Kemantren Gondokusuman yang kembali menumpuk sampah, Kamis (15/1/2026) siang.
PENUH LAGI: Kondisi Depo Argolubang di Kemantren Gondokusuman yang kembali menumpuk sampah, Kamis (15/1/2026) siang.

JOGJA - Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengklaim penanganan sampah organik mulai berhasil.

Sebab, 44 ton sampah organik limbah rumah tangga berhasil diolah per hari melalui 1.100 ember.

“Harapan saya itu (jumlah ember) ditingkatkan terus,” ujar Hasto saat ditemui di Balai Kota Jogja, Senin (19/1/2026).

 Baca Juga: Dinkop UKM Akui Kurangnya Modal dan Kepercayaan Masyarakat Jadi Kendala Operasional KDMP Sleman

Bupati Kulon Progo 2011-2019 itu menyatakan, target pengolahan  limbah rumah tangga melalui program emberisasi mencapai 50 ton.

Untuk menyentuh angka tersebut dibutuhkan setidaknya 2.000 ember.

Sebagaimana diketahui, sistem emberisasi berjalan dengan mengumpulkan limbah rumah tangga dalam ember untuk diangkut oleh penggerobak.

Limbah rumah yang terkumpul kemudian diberikan kepada offtaker untuk pakan ternak.

Hasto mengaku, pihaknya kini terus menggenjot agar target emberisasi bisa dicapai.

Sebab mau tidak mau harus dilakukan, lantaran Pemprov DIY sudah membatasi pembuangan ke TPA Piyungan.

 Baca Juga: Dishub Bantul Akan Digitalisasi Parkir, Dimulai Maret Menyasar Kantong Parkir 22 Pasar

Selain lewat program emberisasi, reduksi sampah organik juga dilakukan melalui unit pupuk organik (UPO).

Saat ini sudah ada dua UPO yang berjalan untuk mengolah sampah organik kering berupa limbah daun sapuan jalan.

Hasto menyebut, dua UPO ada di Pasar Aneka Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta (PASTY) dan pada lahan yang ada di Kelurahan Bener, Tegalrejo. Kemampuan pengolahannya disebut mencapai 70-80 ton per hari.

 Baca Juga: Pasca-Ambrol, Talut Sungai Buntung Ditangani Darurat dengan Bronjong: Penanganan Permanen Baru Bisa Tahun Depan

Lalu untuk sampah anorganik, menurutnya sudah diatasi di unit pengolahan sampah (UPS) milik Pemkot Jogja.

Total ada lima UPS meliputi di Nitikan, Kranon, Karangmiri, Piyungan, dan Giwangan dengan kemampuan 190 ton. 

"Target kami  saat ini bisa menguasai organik kering dan organik basah,” kata Hasto.

 Baca Juga: Pemerintah Gerak Cepat, Kebutuhan Logistik Pengungsi Banjir Kota Pekalongan Dipastikan Aman

Sementara fakta di tingkat wilayah, Ketua RW 06 Kelurahan Terban Ardyan Sistiyono Yuni Praptowo memastikan penanganan sampah sudah teratasi di tempat tinggalnya. Untuk sampah anorganik diolah oleh bank sampah. 

Lalu sampah organik limbah buah-buahan dijadikan sebagai pupuk kelompok wanita tani (KWT) Terban.

Sementara sampah organik basah dikumpulkan dalam ember supaya dapat dijadikan pakan ternak oleh offtaker. “Sekarang warga sudah tertib memilah, jadi permalasahan sampah teratasi,” bebernya. (inu/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#sampah rumah tangga #Emberisasi #hasto wardoyo #sampah organik #Pemkot Jogja