Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pesawat ATR 42-500 IAT Dipastikan Hilang Kontak di Maros, Tim SAR Fokus Pencarian di Area Pegunungan Kapur Bantimurung Sulsel

Fahmi Fahriza • Sabtu, 17 Januari 2026 | 20:09 WIB
Ilustrasi pesawathilang kontak.
Ilustrasi pesawathilang kontak.

RADAR JOGJA – Sebuah pesawat ATR milik Indonesia Air Transport (IAT) dilaporkan hilang kontak saat melayani penerbangan rute dari Yogyakarta menuju Makassar, Sabtu (17/1/2026).

Hingga sore ini, proses pencarian dan koordinasi lintas instansi masih terus dilakukan untuk memastikan kondisi pesawat dan seluruh penumpang.

Pesawat tersebut lepas landas dari Bandara Internasional Adisutjipto, Yogyakarta (JOG) dengan tujuan Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar (UPG).

Berdasarkan Passenger Manifest yang dirilis Gapura Angkasa–Airport Services sesuai ketentuan ICAO Annex 9 Appendix 2, pesawat jenis ATR itu membawa delapan kru dan tiga penumpang.

Kru terdiri dari Capt Andy Dahananto (kapten), SIC Fo Yudha Mahardika (kopilot), XCU Capt Sukardi, FOO Hariadi, EOB Franky D Tanamal, EOB Junaidi, FA Florencia Lolita, dan FA Esther Aprilita S. Sementara penumpang tercatat Mr Deden, Mr Ferry, dan Mr Yoga.

Dalam dokumen tersebut tidak dicantumkan keterangan lanjutan mengenai kewarganegaraan maupun data paspor penumpang.

Adapun pada bagian cargo manifest tercatat NIL, yang berarti pesawat tidak mengangkut muatan kargo.

Pun pada bagian akhir manifest juga tercantum Declaration of Health, yang menyatakan tidak terdapat laporan penyakit menular, kondisi kesehatan berisiko, maupun kejadian luar biasa selama penerbangan, serta menegaskan bahwa seluruh data yang tercantum telah diisi sesuai kondisi sebenarnya oleh awak pesawat yang berwenang.

Pihak Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta membenarkan insiden pesawat hilang kontak yang melibatkan pesawat PK-THT berjenis ATR 42-500 milik maskapai IAT.

Pesawat tersebut dilaporkan hilang kontak setelah lepas landas dari Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta Sabtu (17/1/2026) pagi sekitar pukul 08:08.

General Manager Bandara Adisutjipto Wibowo Cahyono Soekadi menyampaikan, pesawat dengan registrasi Papa Kilo Tango Hotel Tango (PK-THT) tersebut berangkat dari Jogjakarta pada pagi hari sesuai dengan jadwal penerbangan.

"Bisa saya sampaikan bahwa benar pesawat (Papa Kilo Tango Hotel Tango) PK-THT operatornya dari Indonesia Air Transport, tadi pagi memang berangkat dari Bandara Adisutjipto pukul 08.08 WIB take off-nya," ujar Wibowo.

Menurutnya, sebelum keberangkatan, seluruh prosedur operasional dan keselamatan telah dilaksanakan sesuai dengan standar yang berlaku di bandara.

"Semua prosedur dari keberangkatan sampai pemeriksaan di X-ray di SCP-nya sudah kita laksanakan sesuai prosedur yang berlaku di bandara," ungkapnya.

Pesawat juga telah dinyatakan dalam kondisi baik dan layak terbang saat meninggalkan bandara untuk melayani penerbangan menuju Makassar, Sulawesi Selatan.

Pesawat ATR 42-500 tersebut diketahui disewa oleh Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) untuk keperluan operasional.

Dalam perjalanannya dari Jogjakarta menuju Makassar, pesawat dilaporkan hilang kontak di wilayah Maros–Pangkep, Sulawesi Selatan, tepatnya pada koordinat 04°57’08” Lintang Selatan dan 119°42’54” Bujur Timur.

Berdasarkan informasi yang diterima pihak bandara, pesawat terakhir kali terpantau sekitar pukul 13.17.

Sementara itu, waktu keberangkatan dari Bandara Adisutjipto tercatat sekitar pukul 08.00.

Wibowo menegaskan, total penumpang dan awak pesawat yang berada di dalam pesawat berjumlah 10 orang, terdiri dari tujuh kru dan tiga penumpang. "Krunya ada 7 orang, dan penumpangnya ada 3," ucapnya.

Hingga saat ini, pihak bandara menyatakan belum menerima informasi lebih lanjut terkait identitas rinci penumpang maupun awak pesawat, termasuk apakah terdapat warga asal Jogjakarta di dalam manifest penerbangan tersebut.

Kronologi Detik-detik Pesawat Hilang dari Radar

Dikutip dari Jawa Pos, Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, mengonfirmasi bahwa pesawat buatan tahun 2000 yang dipiloti Capt Andy Dahananto tersebut mulai mengalami kendala saat mendekati wilayah udara Makassar.

Berdasarkan laporan teknis, komunikasi terakhir terjadi saat pesawat sedang dipandu untuk melakukan pendaratan.

"Pada pukul 04.23 UTC, pesawat diarahkan oleh Air Traffic Control Makassar Area Terminal Service Center (MATSC) untuk melakukan pendekatan ke landasan pacu RWY 21 Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar," ujar Lukman, Sabtu (17/1/2026).

Sayangnya, posisi pesawat justru melenceng dari jalur yang seharusnya. Meski petugas ATC sempat memberikan instruksi koreksi, pesawat PK-THT tiba-tiba lenyap dari pantauan radar.

"Setelah penyampaian arahan terakhir oleh ATC, komunikasi dengan pesawat terputus (loss contact)," tambahnya.

Menyikapi hilangnya kontak tersebut, otoritas penerbangan langsung menetapkan status DETRESFA (Distress Phase) atau fase darurat tertinggi.

Tim SAR gabungan kini memfokuskan pencarian di area pegunungan kapur Bantimurung yang memiliki medan cukup menantang.

Pihak Basarnas telah mendirikan posko darurat di dekat lokasi dugaan jatuhnya pesawat untuk mempercepat proses evakuasi.

Terkait jumlah orang di dalam pesawat, Lukman merinci data manifest terbaru.

"Jumlah orang di dalam pesawat (Persons on Board/POB) dilaporkan sebanyak 10 orang, terdiri atas 7 awak pesawat dan 3 penumpang," ungkapnya.

Hingga saat ini, penyebab pasti insiden masih dalam penyelidikan.

Meskipun jarak pandang dilaporkan normal sekitar 8 kilometer, Ditjen Hubud tetap menunggu data resmi dari BMKG terkait kondisi cuaca mikro di lokasi kejadian.

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah meminta seluruh maskapai meningkatkan kewaspadaan melalui penerapan Approach and Landing Accident Reduction (ALAR) Toolkit guna meminimalisasi risiko kecelakaan pada fase krusial pendaratan. (iza/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Pesawat ATR 42 500 #bantimurung #sulsel #hilang kontak #kabupaten maros #Maros Makassar #sulawesi selatan #Jogja #makassar