JOGJA - Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja melalui Dinas Kebudayaan (Disbud) Kota Jogja kembali memfungsikan keran air siap minum di kawasan Malioboro. Total ada lima titik yang dapat dimanfaatkan pengunjung maupun wisatawan.
Kepala UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya Disbud Kota Jogja Fitria Dyah Anggraeni mengatakan, fasilitas keran air siap minum sudah ada sejak 2016. Namun seiring penggunaan, fasilitas tersebut rusak dan baru dioptimalisasi kembali akhir 2025.
Menurutnya. Keran air siap ini sudah efektif berfungsi di momentum libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). “Ada di depan Inna Garuda, Perpus di barat jalan, Kepatihan di barat jalan, di depan Benteng (Vredeburg, Red), dan di depan Gedung Agung,” beber Anggi, sapaan akrabnya saat dikonfirmasi lewat sambungan telepon Selasa (13/1).
Menurutnya, kebmali dufungsikannya keran air siap minum juga untuk memperlengkap fasilitas pedestrian. Sebab banyak negara maju seperti Singapura yang sudah menjadikan keran air siap minum sebagai fasilitas utama di pedestrian.
Menurutnya, fasilitas keran air siap minum itu juga sudah dilengkapi dengan petunjuk penggunaan. Sehingga baik wisatawan maupun pengunjung tidak lagi bingung menggunakan fasilitas tersebut.
Anggi menyebut, fasilitas keran air siap minum itu juga akan dijaga oleh petugas Jogomaton. Supaya tidak ada penyalahgunaan fasilitas.
Sebab sebelumnya, keran air siap minum sering digunakan sebagai tempat cuci tangan dan sasaran vandalisme. Sementara untuk perawatan secara teknis, dilakukan oleh PDAM Tirtamarta.
Dia berharap, adanya fasilitas ini juga dapat mengurangi timbulan sampah botol plastik sekali pakai. Sebab pengunjung kawasan Malioboro bisa memanfaatkan keran air siap minum dengan cara diminum langsung dan sebagai pengisi tumbler atau botol sekali minum.
“Harapannya pelan-pelan menjadi habituasi bagi masyarakat untuk ke mana-mana membawa tumbler,” tandas Anggi. (inu/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita