Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Market dari ASEAN Jadi Penyelamat, Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke DIY Bertahan di Tengah Tantangan Global

Fahmi Fahriza • Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:24 WIB
Ilustrasi foto para penumpang pesawat di Yogyakarta International Airport (YIA). 
Ilustrasi foto para penumpang pesawat di Yogyakarta International Airport (YIA). 

JOGJA - Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) ke Indonesia melalui Yogyakarta International Airport (YIA) pada periode November 2025 mencapai 8.005 kunjungan.

Jumlah tersebut mengalami penurunan 8,12 persen secara bulanan, namun masih menunjukkan pertumbuhan signifikan secara tahunan dibandingkan November 2024.

Plt Kepala BPS DIY Herum Fajarwati menjelaskan, bahwa secara kumulatif, kunjungan Wisman sepanjang Januari hingga November 2025 tercatat turun tipis 1,89 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Meski demikian, tren tersebut dinilai masih relatif stabil di tengah berbagai tantangan global yang memengaruhi sektor pariwisata internasional.

Disampaikan bahwa, market dari ASEAN tetap menjadi penopang utama kunjungan wisatawan asing ke DIY.

Berdasarkan kebangsaan, Wisman asal Malaysia masih mendominasi dengan 3.538 kunjungan, disusul oleh Singapura dan Jepang.

"Lalu diikuti Eropa, menandakan potensi pasar regional masih kuat bagi pariwisata DIY," katanya, Sabtu (10/1/2026).

Herum merinci, secara tahunan kunjungan Wisman asal Malaysia tumbuh 15,17 persen, meskipun secara bulanan mengalami penurunan 3,25 persen.

"Posisi berikutnya ditempati oleh Wisman asal Singapura dengan 1.181 kunjungan, secara bulanan naik 12,48 persen dan secara tahunan naik 8,95 persen," kata Herum.

Sementara itu, Jepang menempati peringkat ketiga dengan 187 kunjungan.

Angka tersebut mencatatkan pertumbuhan 0,54 persen secara bulanan dan melonjak 62,61 persen secara tahunan, menandakan mulai pulihnya minat wisatawan dari kawasan Asia Timur.

"Berdasarkan kawasan, wisman Asean masih mendominasi kunjungan ke Indonesia melalui YIA dengan total 5.878 kunjungan, sedangkan Wisman asal Eropa tercatat sebanyak 1.006 kunjungan," jelasnya.

Di sisi lain, Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY Bobby Ardyanto Setyo Aji mengakui, bahwa sepanjang 2025 terjadi penurunan kunjungan Wisman jika dibandingkan 2024, meskipun skalanya tidak terlalu signifikan.

Ia menyebut, dinamika tersebut turut dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal yang berada di luar kendali daerah.

"Antara lain adanya faktor geopolitik, ekonomi, hingga cuaca ekstrem yang turut memengaruhi," paparnya.

Menurut Bobby, tantangan ke depan bagi pariwisata DIY adalah memperkuat fondasi industri agar mampu bersaing dan beradaptasi dengan perubahan global.

Fokus utama yang perlu dibenahi meliputi kualitas produk wisata, penguatan Sumber Daya Manusia (SDM), hingga kelembagaan dan strategi pemasaran yang lebih agresif dan terarah.

"Agar pariwisata DIY benar-benar punya daya tarik yang kuat, bisa menciptakan dan menumbuhkan demand yang tinggi," ujarnya.

Dinamika kunjungan Wisman melalui YIA menjadi indikator penting bagi upaya pemulihan sekaligus penguatan sektor pariwisata DIY memasuki tahun 2026, terutama di tengah ketidakpastian global yang masih membayangi industri perjalanan internasional. (iza)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#kunjungan wisatawan mancanegara #wisatawan mancanegara #bps #market #BPS DIY #penyelamat #DIY #asean #tantangan global