JOGJA - Satu kasus super flu ditemukan di DIY periode September-Oktober 2025. Pasien yang berdomisili di Kota Jogja ini sudah dinyatakan sembuh.
"Secara klinis pasiennya sudah tertangani," ucap Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY Ari Kurniawati saat ditemui di Kantor Dinkes DIY Selasa (6/1).
Terpisah, Kepala Dinkes DIY Gregorius Anung Trihadi menyebut, satu kasus super flu di bulan September itu diderita oleh anak-anak. Pihaknya juga sedang melacak penularan virus tersebut. “Dia sudah pulang kan berarti sudah sembuh," ujarnya.
ILI adalah istilah medis untuk infeksi saluran pernapasan yang menunjukkan gejala mirip flu. Seperti demam, batuk, sakit tenggorokan, dan nyeri otot. Namun, belum tentu 100 persen disebabkan oleh virus influenza. Bisa juga oleh virus lain, salah satunya super flu. "Salah satu pengambilan sampelnya di RSUP dr Sardjito," bebernya.
Sampel tersebut diambil pada bulan September 2025. Hasil sampel dikirim ke laboratorium kesehatan di Jakarta. Ternyata, ditemukan positif super flu. "Itu sebenarnya influenza H5N3, gejalanya juga seperti influenza biasa," jelasnya.
Super flu juga memiliki fatality rate yang tidak terlalu tinggi. Berbeda jauh dengan Covid-19. "Seperti influenza A H5N3 itu kan tidak mempunyai fatality rate yang tinggi," ucapnya.
Meski kasus influenza di DIY turun sejak September 2025, dia mengimbau masyarakat untuk tetap menerapkan pola perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Kemudian baginyang merasa tidak sehat sebaiknya gunakan masker supaya kemudian tidak menularkan ke orang lain. "Sama meningkatkan data tahan tubuh," pesannya. (oso/eno)