JOGJA - Tahun baru menjadi harapan baru warga agar persoalan sampah di Yogyakarta ini dapat teratasi.
Sehingga tidak ada lagi sampah menggunung di pemukiman ataupun area publik karena depo sampah penuh dan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan overload.
"Kami berharap, persoalan sampah ke depan bisa lancar," ungkap Maryono, 42, warga Jogja.
Memang, kata Maryono, persoalan sampah menjadi masalah yang kompleks.
Bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga bagi masyarakat.
Namun gerakan untuk mengelola sampah diperlukan serempak dan membutuhkan ruang khusus, tempat penampungan sampah sekaligus sistem pengolahan sampah yang baik.
"Menurut saya selama ini kurang selaras dan maksimal antara gerakan dan kebijakan pemerintah terkait pengelolaan sampah," bebernya.
Di lain sisi kantong-kantong sampah yang selama ini mampu menampung berton-ton sampah masih terbatas.
Sementara itu, Pedagang Pasar Concongcatur, Depok, Sleman, Tri Wahyuni (45) menilai kesadaran para pedagang untuk membuang sampah di Pasar Condongcatur pada tempatnya sudah tergerak.
Sampah tertampung dengan baik di depo sampah pasar.
“Saya tu tinggal ngumpulin sampah-sampah jadi satu, terus nanti diangkut sama petugas sampahnya, setiap bulan saya iuran 46.000 untuk bayar kebersihan itu,” ungkapnya.
Demikian Kodriyah, seorang pembeli di Pasar Condongcatur, mengungkapkan bahwa tidak berani membuang sampah sembarangan karena adanya cctv di setiap sudutnya.
“Sadar diri aja, soalnya kalo buang sampah sembarangan biasanya didenda juga,” katanya.
Sampah di kelola rutin setiap harinya oleh petugas kebersihan, sehingga kondisi pasar tetap terjaga, bersih, dan terbebas dari tumpukan sampah atau bau tak sedap.
Menurut keterangan petugas kebersihan Pasar Condongcatur, Kuswandaru, ada beberapa kendala yang di alami, yaitu tumpukan sampah yang sudah dikumpulkan tetapi tidak segera di angkut oleh truk pengangkut sampah dari pemerintah, sehingga mengakibatkan sampah menumpuk dalam jumlah banyak dan berbau busuk.
“Harapan saya di tahun ini sih, semoga sampah-sampah yang sudah dikumpulkan bisa cepet-cepet diangkat sama pemerintah, ga nunggu numpuk dulu, soalnya nanti tu banyak set nya,” Jelasnya.
Dengan adanya pengelolaan sampah yang teratur, dukungan dari petugas kebersihan, dan kesadaran para pedagang dan pembeli, Pasar Conndong Catur dinilai mampu menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan sekitar.
Untuk kedepannya, diperlukan adanya kerjasama yang lebih baik antara pengelola pasar dan pemerintah, agar pengangkutan sampah pasar bisa segera di angkut secara tepat waktu, sehingga tidak menimbulkan permasalahan baru.
Kebersihan saat ini menjadi perhatian masyarakat karena menyangkut kesehatan juga ekosistem lingkungan yang baik.
Jika lingkungan bersih maka akan tercipta keamanan dan kenyamanan bagi para penjual maupun para pembeli. (Galuh Fauziyah/mel)
Editor : Meitika Candra Lantiva