JOGJA – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja mencatat peningkatan volume sampah selama masa libur natal dan tahun baru mencapai 400 ton per hari.
Peningkatan itu terjadi sejak 22 Desember 2025. Optimalisasi unit pengolahan sampah (UPS) dilakukan untuk penanganan tersebut.
Kepala DLH Kota Jogja Rajwan Taufiq mengatakan, rata-rata sampah harian yang dihasilkan sejak tanggal tersebut sampai hari ini berkisar antara 360 hingga 400 ton.
Baca Juga: Siswa SMAN 2 Kebumen Pimpin Timnas Futsal U-16 Juara di Thailand
Guna menangani masalah itu, Rajwan mengaku sudah melakukan optimalisasi pengolahan sampah milik pemerintah kota (pemkot).
Di antaranya UPS di TPS3R Kranon, TPS3R Nitikan, TPS3R Giwangan, TPS3R Karangmiri, dan TPS3R Sitimulyo.
Selain UPS, sampah yang dihasilkan dari Kota Jogja juga sebagian dikirim ke ITF Bawuran dan memanfaatkan sisa kuota akhir tahun di TPA Piyungan. Lalu untuk sampah yang masih mengantre diolah ditempatkan sementara di depo.
Baca Juga: Momen Pergantian Tahun, PSIM Paparkan Perkembangan Tim, Pemkot Jogja Siap Perkuat Kolaborasi
“Kami optimistis sampah libur panjang ini bisa tertangani,” ujar Rajwan saat dikonfirmasi lewat sambungan telepon, Kamis (1/1/2026).
Sementara khusus pada momentum malam tahun baru, eks Kabag Administrasi Pembangunan Kota Jogja itu mengungkap timbulannya bisa mencapai 30 ton.
Jumlah tersebut akumulasi dari titik-titik penumpukan massa seperti Tugu, Malioboro, dan Nol Kilometer.
Rajwan menyatakan, telah mengatasi sampah sisa malam tahun baru dengan mengerahkan 20 armada truk dan 40 kendaraan roda tiga. Penanganannya pun diklaim cepat.
Lantaran pada pukul 01.00 dini hari seluruh sampah di titik keramaian massa sudah bersih.
“Kami kerahkan sebanyak 175 personel untuk memastikan titik-titik keramaian kembali bersih,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo menyampaikan, mitigasi lonjakan sampah selama masa libur nataru sudah disiapkan.
Salah satu upayanya dengan pengosongan depo-depo sebelum memasuki masa libur panjang.
“Kami berusaha supaya sampah yang banyak ini (di depo) bisa habis sebelum natal dan tahun baru,” katanya belum lama ini. (inu/wia)