Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Momen Pergantian Tahun, PSIM Paparkan Perkembangan Tim, Pemkot Jogja Siap Perkuat Kolaborasi

Fahmi Fahriza • Kamis, 1 Januari 2026 | 18:20 WIB

 

 

Pertemuan Dirut PSIM Liana Tasno dengan Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo, Rabu (31/12/2025).
Pertemuan Dirut PSIM Liana Tasno dengan Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo, Rabu (31/12/2025).

JOGJA - Manajemen PSIM baru saja kunjungan silaturahmi ke Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo, pada tutup tahun 2025, Rabu (31/12/2025). Pertemuan untuk diskusi konstruktif sekaligus momentum mempererat sinergi strategis antara klub dengan Pemkot Jogja menyambut pergantian tahun.

Dalam agenda itu, Direktur Utama PSIM Liana Tasno memaparkan perkembangan terbaru tim selama mengarungi kompetisi BRI Super League 2025/2026. Ia menjelaskan, perjalanan kompetisi sudah memasuki hampir setengah musim dan tim mampu menunjukkan performa positif melampaui ekspektasi awal.

 "Target awal kami sebenarnya bertahan dengan nyaman, sehingga pencapaian positif saat ini merupakan bonus bagi tim," ujar Liana.

Perempuan kelahiran 19 Juli 1983 itu juga menekankan pentingnya keberadaan klub sepak bola bukan hanya sebagai entitas olahraga, tetapi juga sebagai instrumen pembangunan sosial.

Ia menilai olahraga memiliki dampak signifikan terhadap pembentukan karakter, pengembangan komunitas, hingga penguatan identitas kota.

"Pemikiran saya terbuka mengenai perbedaan pemberdayaan komunitas di negara maju yang menempatkan olahraga sebagai prioritas utama. Inilah yang ingin kami adaptasi untuk kemajuan Jogja," tambahnya.

Di sisi lain, Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo juga memberikan apresiasi atas pencapaian dan kontribusi PSIM selama ini.

Menurutnya, keberadaan PSIM berpengaruh besar terhadap semangat pembinaan usia dini serta perkembangan sekolah sepak bola di Jogja dan sekitarnya.

"Saya setuju. Kita harus menyadari bahwa saat ini anak-anak sekolah bola, baik dari Sleman, Wonosari, maupun Kulon Progo, sangat senang bersekolah bola di Jogja karena mereka merasakan marwah PSIM," ungkap Hasto.

Hasto turut menegaskan, Kota Jogja tidak memiliki sumber daya alam yang melimpah, sehingga pembangunan sumber daya manusia menjadi fokus utama. Sepak bola dinilai sebagai salah satu sarana efektif untuk menyiapkan generasi unggul, disiplin, dan berdaya saing.

"Kita punya SDM, bukan sumber daya alam. Jika kita punya SDM yang unggul, tim sepak bola yang solid, serta sekolah bola yang berkualitas, itu sudah menjadi aset berharga bagi kota," tegasnya.

Selain itu, dukungan terhadap pengembangan sepak bola juga datang dari anggota Komisi B DPRD Kota Jogja Ipung Purwandani. Ia menilai, pengelolaan industri sepak bola yang profesional berpotensi memberikan kontribusi nyata terhadap pendapatan asli daerah (PAD).

"Nantinya PAD bisa masuk ke kas kota. Salah satunya melalui pajak kegiatan sepak bola itu," kata Ipung.

Pertemuan ini menegaskan komitmen Pemkot Jogja dan PSIM untuk terus berjalan beriringan. Dukungan pemerintah kota diharapkan menjadi tambahan motivasi bagi Laskar Mataram untuk menghadapi sisa kompetisi musim ini.

 "Prinsip saya, kerja keras dan kerja sulit itu biasa, yang utama adalah kesuksesan. Kami akan terus memberikan dukungan untuk PSIM," tandas Hasto. (iza/laz)

Editor : Herpri Kartun
#hasto wardoyo #Super League #Pemkot Jogja #Liana Tasno #PSIM Jogja