GUNUNGKIDUL – Dinas Perhubungan (Dishub) Gunungkidul mencatat arus lalu lintas di wilayahnya masih didominasi kendaraan masuk selama libur nataru.
Hingga Sabtu (27/12/2025), sebanyak 122.842 kendaraan masuk lebih tinggi dibanding kendaraan keluar yang hanya 90.761 unit.
Kepala Seksi Pengendalian dan Operasi Dishub Gunungkidul Patnawati mengatakan, lonjakan arus kendaraan terjadi sejak Rabu (24/12/2025) dan masih berlanjut hingga beberapa hari setelah Natal.
Jalur Patuk menjadi pintu utama pergerakan kendaraan wisatawan yang masuk ke wilayah Gunungkidul.
“Data kumulatif hingga 27 Desember menunjukkan arus masuk masih lebih tinggi dibandingkan arus keluar. Ini menandakan aktivitas kunjungan ke Gunungkidul masih cukup tinggi,” ujarnya saat dikonfirmasi kemarin (28/12/2025).
Adapun, data per Kamis (25/12/2025) arus kendaraan yang masuk sebanyak 30.465 unit dan keluar 23.642 unit. Selanjutnya Jumat (26/12/2025), jumlah kendaraan masuk mencapai 28.312 unit, sedangkan kendaraan keluar tercatat 20.074 unit.
Memasuki Sabtu (27/12/2025), arus lalu lintas kembali meningkat dengan 31.875 kendaraan masuk dan 23.560 kendaraan keluar.
Jika dirinci berdasarkan jenis kendaraan, sepeda motor masih mendominasi arus lalu lintas, dengan total 72.225 unit masuk dan 52.595 unit keluar.
Disusul mobil penumpang sebanyak 45.455 kendaraan masuk dan 33.601 kendaraan keluar, yang mencerminkan tingginya mobilitas wisatawan menggunakan kendaraan pribadi.
“Dari data tersebut kendaraan roda dua dan mobil pribadi masih mendominasi arus lalu lintas. Ini seiring meningkatnya mobilitas wisatawan selama libur akhir tahun,” jelasnya.
Selain itu, untuk kendaraan angkutan umum, dia mencatat mobil penumpang umum (MPU) sebanyak 718 unit masuk dan 651 unit keluar.
Sementara itu, bus besar tercatat 554 unit masuk dan 493 unit keluar, bus sedang sebanyak 214 unit masuk dan 188 unit keluar, serta bus kecil 224 unit masuk dan 189 unit keluar.
Pada kelompok kendaraan angkutan barang, pick up tercatat 1.667 unit masuk dan 1.587 unit keluar, truk kecil sebanyak 663 unit masuk dan 595 unit keluar, truk sedang 934 unit masuk dan 721 unit keluar, serta truk besar 152 unit masuk dan 111 unit keluar.
“Kendaraan roda tiga dan sepeda tercatat dalam jumlah relatif kecil,” terangnya.
Sementara itu, Kapolsek Tanjungsari AKP Agus Fitriyatna menyampaikan, kepadatan lalu lintas di kawasan wisata Pantai Baron hingga Pantai Drini sempat terjadi pada 24 dan 25 Desember.
Namun, kondisi tersebut berangsur landai pada hari-hari berikutnya.
“Pada 26 Desember, yang bertepatan dengan hari Jumat, hujan lebat menyebabkan genangan air di depan sekolah pelayaran Tanjungsari. Hal ini sempat menimbulkan penumpukan kendaraan, tetapi tidak sampai menyebabkan kepadatan di kawasan wisata pantai,” katanya.
Menurutnya, arus kendaraan di wilayah Tanjungsari justru cenderung lebih terkendali Minggu (28/12/2025).
Ia menyebut, wisatawan tidak menyebar ke banyak lokasi, melainkan terpusat ke satu kawasan tertentu yang saat ini tengah diminati karena adanya destinasi wisata baru.
“Pergerakan wisatawan saat ini lebih mengarah ke satu area saja, sehingga kepadatan di titik-titik wisata lama relatif berkurang,” tambahnya. (bas/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita