JOGJA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta kembali mengeluarkan peringatan dini bencana hidrometeorologi.
Sebab, aktivitas siklon pemicu hujan lebat berjam-jam terdeteksi lagi di DIY.
Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Yogyakarta Warjono mengatakan, berdasar analisis dinamika atmosfer pihaknya mendeteksi Siklon Tropis Grant di barat daya Pulau Sumatera.
Kemudian juga bibit Siklon Tropis 96S di barat laut Australia, serta pola siklonik di Kalimantan Barat.
Warjono menyatakan, dampak siklonik tersebut membentuk pola angin konvergensi dan belokan angin. Di sisi lain Gelombang Rossby juga mulai aktif di Pulau Jawa.
“Kondisi tersebut mendukung pembentukan awan hujan di wilayah DIY,” ujar Warjono dalam pesan singkatnya, Minggu (28/12/2025).
Disamping aktivitas siklon, BMKG Yogyakarta juga mendeteksi peningkatan suhu muka laut di Laut Jawa dan Samudera Hindia selatan Jawa.
Suhu berkisar antara 27 hingga 30 derajat celcius dengan anomali hingga satu derajat celcius.
Selain itu, profil kelembaban udara terkini wilayah DIY terpantau pada 1 hingga 2,5 kilometer dengan tingkat kelembaban 40-75 persen.
Kondisi tersebut meningkatkan peluang pertumbuhan awan hujan.
“Terutama di wilayah DIY bagian utara pada siang hingga malam hari, dan DIY bagian selatan pada malam hingga dini hari,” beber Warjono.
Sementara itu, Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja Darmanto menyampaikan, pihaknya telah menyiapkan langkah menghadapi bencana.
Salah satunya dengan mengaktifkan posko siaga darurat di Jalan Tegalturi No. 12, Giwangan, Umbulharjo.
Posko siaga darurat itu berfungsi sebagai pusat koordinasi tanggap darurat dan menyebarkan peringatan dini saat cuaca ekstrem terjadi. Sehingga masyarakat lebih cepat menerima informasi terkait kerawanan bencana.
Darmanto menegaskan, kewaspadaan masyarakat sangat dibutuhkan untuk mengurangi risiko maupun dampak bencana. Terlebih di tengah meningkatnya intensitas hujan dan potensi angin kencang pada akhir tahun ini.
“Pemerintah daerah sudah mengambil langkah mitigasi, namun peran serta warga sangat krusial,” tuturnya. (inu)
Editor : Bahana.