JOGJA - Libur panjang Natal 25 Desember 2025 dan Tahun Baru 1 Januari 2026 atau biasa disingkat Nataru menjadi momentum penting bagi dunia pariwisata. DIY menjadi jujugan jutaan wisatawan.
Sampai sekarang kawasan Malioboro masih menjadi magnet yang menarik dikunjungi.
Menyadari potensi itu, selama delapan hari sejak Rabu (24/12/2025) hingga malam pergantian tahun pada Rabu (31/12/2025), Malioboro dijaga prajurit bregada. Itu pula yang terlihat pada Kamis 25 Desember 2025.
Sejak sore pukul 15.0 kawasan Malioboro sudah dipenuhi puluhan ribu wisatawan. Banyak kendaraan pelat nomor polisi (nopol) dari luar DIY memenuhi ruas jalan jantung Kota Jogja tersebut.
Di beberapa titik, terdapat sejumlah posko Nataru dari kepolisian dan pemerintah daerah.
Di dekat kawasan Titik Nol Kilometer tepatnya di depan Museum Sonobudoyo, sejumlah prajurit bregada juga bersiaga.
Mereka berseragam lengkap. Bertugas sebagai sumber informasi bagi wisatawan yang membutuhkan penjelasan.
Adapun bregada yang bertugas selama libur Nataru ini berasal dari Bregada Reksawinanga dari Kampung Ngampilan, Yogyakarta.
Salah satu angggota Bregada Reksawinanga Waryono Kusumo mengatakan, penjagaan selama Nataru berbeda dengan libur biasa.
Selama bertugas delapan hari, mereka didampingi dengan beberapa anggota TNI/ Polri, Satpol PP, Jogomaton dan Paksikaton. Mereka bahu membahu berjaga di Malioboro.
"Menjelang sore ini padet banget (padat sekali, Red). Titiknya paling padatdi Teras Malioboro dan sekitar Pasar Beringharjo," ujar Waryono Kamis (25/12/2025).
Dibandingkan liburan akhir pekan, pengunjung Malioboro meningkat signifikan dua hingga tiga kali lipat.
Mayoritas wisatawan berasal dari Jawa Timur. Di antaranya, seperti Jember, Banyuwangi, Surabaya.
Ada juga dari luar beberapa kota di luar Pulau Jawa seperti Palembang, Sumatera Selatan, dan Banjarmasin, Kalimantan Selatan serta Balikpapan,Kalimantan Timur.
"Peningkatannya pengunjung Malioboro mencapai60 hingga 70 persen," bebernya.
Selain senyum sapa dan salam, prajurit bregada juga diminta memberikan perhatian ekstra kepada pengunjung Malioboro.
Terlebih bagi mereka yang membawa anak kecil maupun barang bawaan yang banyak.
"Antisipasi agar anak tidak terpisah dari rombongan dan mewaspadai adanya copet," tandasnya.
Selama libur Nataru, Bregada Reksawinanga menurunkan sebanyak 23 orang anggota.
Mereka menyebar ke enam zona pos jaga di sepanjang. Zona satu berlokasi di dekat Stasiun Tugu.
Zona dua di Teras Malioboro II. Zona tiga berada di barat kompleks Kepatihan dan zona empat di Teras Malioboro I.
Sedangkan zona lima berlokasi di Titik Nol Kilometer serta zona enam di depan Museum Sonobudoyo.
"Setiap zona dijaga oleh empat anggota bregada. Mereka menyebar di kanan dan kiri jalan," jelasnya.
Waryono menambahkan, ada pergeseran titik jaga. Semula di ujung utara berada di Hotel Grand Inna. Sekarang bergeser di depan Plaza Malioboro.
"Titik paling selatan di depan Museum Sonobudoyo," jelasnya.
Saat bertugas, Waryono mencatat anggotanya sempat menemukan tas milik wisatawan yang tertinggal.
Sesuai dengan prosedur, barang temuan dilaporkan kepada personel Jogomaton atau pos pengamanan terdekat. "Sudah ketemu yang punya dan sudah dikembalikan," ucapnya.
Selain itu, kebanyakan wisatawan di Malioboro adalah keluarga. Bregada Reksawinanga berjaga mulai pukul 16.00 hingga 21.00.
Setiap dua hari sekali bergantian tugas jaga dengan bregada lainnya. Bregada Reksawinanga mendapatkan giliran pertama bertugas. (oso/kus)
Editor : Winda Atika Ira Puspita