Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sempat Difasilitasi Warga, Aktivitas Street Coffee di Jembatan Kewek Resmi Dilarang

Adib Lazwar Irkhami • Kamis, 25 Desember 2025 | 04:31 WIB

 

DIJAGA KETAT: Personel Satpol PP Kota Jogja berjaga di Jembatan Kewek, Jogja, tadi malam (24/12). Penjagaan dilakukan menyusul penyalahgunaan jembatan itu sebagai lokasi tempat nongkrong
DIJAGA KETAT: Personel Satpol PP Kota Jogja berjaga di Jembatan Kewek, Jogja, tadi malam (24/12). Penjagaan dilakukan menyusul penyalahgunaan jembatan itu sebagai lokasi tempat nongkrong

JOGJA - Penutupan Jembatan Kewek sempat menimbulkan permasalahan tata ruang berupa timbulnya aktivitas street coffee. Padahal, aktivitas berkerumun massa tidak diizinkan di atas jembatan karena kondisi infrastruktur jembatan itu kritis.


Pantauan Radar Jogja Rabu (24/12) sore, sudah tidak nampak aktivitas street coffee. Tenda-tenda penjual kopi yang sebelumnya masif dipromosikan lewat sosial media, kini berganti dengan tenda personel Satpol PP Kota Jogja.


Aktivitas yang tampak kini hanya orang berfoto-foto dan melihat perjalanan kereta. Serta juga ada beberapa anak kecil yang bersepeda dan bermain bola.


Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengatakan, aktivitas street coffee di Jembatan Kewek telah dilarang. Total tiga tenda street coffee yang sebelumnya berdiri juga sudah dibongkar.
Hasto mengungkap, aktivitas street coffee di Jembatan Kewek baru muncul pada Selasa (23/12) malam. Pihaknya lalu bergerak cepat dengan meminta Satpol PP berjaga agar tidak ada aktivitas serupa di kawasan tersebut.


Bupati Kulon Progo periode 2011-2019 itu juga memastikan, tidak ada solusi berupa relokasi bagi penjual kopi yang sebelumnya mendirikan lapak di Jembatan Kewek. Sebab aktivitas street coffee merupakan pelanggaran.


“Sebelumnya kan jalan, jadi tidak bisa. Tempat itu (kawasan Jembatan Kewek) juga mau kami pakai untuk menaruh material-material,” ujar Hasto saat ditemui di Balai Kota Jogja, kemarin (24/12).


Kepala Satpol PP Kota Jogja Octo Noor Arafat menyampaikan, pihaknya telah menyiagakan personel untuk mengantisipasi aktivitas perdagangan di Jembatan Kewek. Kehadiran petugas juga mencegah kemungkinan pembuangan sampah liar dan aktivitas berbahaya lain di atas jembatan.


Sementara terkait aktivitas sepak bola dan berfoto di atas jembatan, Octo memastikan hal itu tidak dilarang. Namun tetap diawasi mengingat kondisi jembatan yang sudah masuk kondisi kritis.


Sebagaimana diketahui, Jembatan Kewek mulai ditutup sejak 10 Desember 2025. Kebijakan itu diambil karena ada patahan selebar tiga sentimeter di salah satu sisi jembatan. Selain itu, talut di bawah jembatan juga ambrol. "Kami lakukan penjagaan untuk mengantisipasi aktivitas dagang maupun aktivitas lain yang membahayakan,” tegas Octo.


Terpisah, Ketua RW 01 Ledok Tukangan Tegalpanggung Kemantren Danurejan Adi Kusuma menyatakan, aktivitas street coffee yang muncul di Jembatan Kewek merupakan UMKM milik warga. Dirinya juga sudah berkoordinasi dengan Pemkot Jogja terkait upaya penertiban.


"Itu memang yang mengadakan warga, dan saat ini jualan akan dipindah di dalam kampung wisata kami,” terang Adi saat dikonfirmasi lewat pesan singkat.

Baca Juga: Tak Berdampak Negatif Pasca-Jembatan Kewek Ditutup, Parkiran Bus di Eks Menara Kopi Kotabaru Justru Naik Drastis


Sementara  dari akun Instagram @wuzzcoffee yang merupakan pemilik cabang usaha street coffee di Jembatan Kewek telah menyampaikan klarifikasi. Dalam sebuah postingan ditulis “Sebagai bentuk tanggung jawab, kami memutuskan untuk menghentikan aktivitas di lokasi tersebut dan memindahkan usaha kami ke tempat yang lebih sesuai. Terima kasih atas pengertian dan perhatian semua pihak”. (inu/laz)

 

Editor : Herpri Kartun
#jembatan kewek #Street Coffee #Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo