JOGJA - Komisi C DPRD Kota Jogja mendorong Pemkot Jogja bisa mendukung pelebaran trotoar di Jembatan Kewek menyusul jembatan tersebut akan dibangun ulang lewat anggaran pendapatan belanja negara (APBN).
Ini penting dilakukan, agar dapat menjadi infrastruktur pendukung Malioboro jika ditetapkan sebagai kawasan full pedestrian nanti.
Ketua Komisi C DPRD Kota Jogja Bambang Seno Baskoro mengatakan, kehadiran trotoar di sekitar Jembatan Kewek juga akan semakin mengoptimalkan parkir bus di lahan eks Menara Kopi.
Karena tidak menutup kemungkinan bahwa wisatawan mau berjalan kaki menuju Malioboro jika fasilitasnya sudah nyaman.
Terlebih lagi juga akan ada ruang terbuka hijau (RTH) di eks Parkiran Abu Bakar Ali.
“Akses ke Malioboro menjadi lebih nyaman, dan bisa saling terintegrasi,” ujar Seno di sela peninjauan Jembatan Kewek, Selasa (23/12/2025).
Baca Juga: PSS Sleman Beri Panggung Dua Pemain Muda dari EPA U18 untuk Cicipi Tim Utama
Politisi Partai Golkar itu menambahkan, pemkot juga harus mulai mempersiapkan penataan taman di sebelah barat Jembatan Kewek.
Hal ini agar bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan yang menggunakan trotoar.
Di samping itu, Seno juga meminta agar ada penambahan fasilitas di lahan eks Menara Kopi.
Misalnya tempat khusus bagi becak kayuh dan becak listrik untuk menarik penumpang.
“Saya yakin becak listrik bisa menjadi moda transportasi alternatif menuju Malioboro dari eks Menara Kopi,” bebernya.
Terkait dengan usulan tersebut. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Jogja Umi Akhsanti mengaku, siap melaksanakan pelebaran trotoar di sekitar Jembatan Kewek. Pun proyek tersebut sudah masuk dalam rencana pembangunan.
Hanya, dia belum membeberkan secara rinci terkait dengan anggaran maupun rincian proyek. Termasuk upaya merevitalisasi taman.
Alasannya, karena infrastruktur pendukung Jembatan Kewek akan melihat terlebih dahulu pelaksanaan proyek pembangunan jembatan.
Sebagaimana diketahui, pembangunan Jembatan Kewek sepenuhnya dilakukan oleh pemerintah pusat dengan nilai anggaran mencapai Rp 19 miliar.
Meliputi pembangunan ulang seluruh struktur jembatan dan pembenahan talut di sisi timur yang sudah mengalami retakan.
“Kami akan lihat nanti sejauh mana alokasinya," tambahnya. (inu/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita