Malioboro sebagai kawasan full pedestrian dipastikan tidak di uji cobakan pada masa libur panjang akhir tahun. Hanya memang, tetap ada pembatasan akses kendaraan secara situasional saat malam tahun baru.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengatakan, penutupan kawasan Malioboro diterapkan pada 31 Desember dan 1 Januari 2026. Sebab biasanya, kawasan tersebut dimanfaatkan oleh wisatawan dan masyarakat untuk pesta kembang api saat momen malam tahun baru.
Hasto menjelaskan, jika melihat pengalaman tahun lalu, penutupan Malioboro bisa dimulai sejak pukul 20.00 atau 21.00. Penutupan bagi kendaraan dimulai dari Jalan Pasar Kembang (Pos Polisi Teteg) hingga Nol Kilometer.
“Menutupnya bukan karena kebijakan menutup Malioboro, tapi karena sudah full, supaya orang bisa masuk tapi kendaraan tidak bisa,” ujar Hasto saat ditemui di Balai Kota Jogja, Rabu (17/12).
Jika melihat uji coba pedestrian Malioboro beberapa waktu lalu, pembatasan kendaraan memang cukup berimbas pada munculnya kemacetan. Terkhusus pada jalur-jalur penyangga Malioboro.
Hasto menjelaskan, tidak adanya penerapan pedestrian di Malioboro juga mengingat kondisi Jembatan Kewek yang tengah ditutup. Dia tidak ingin menambah potensi kemacetan panjang karena aksesibilitas ke Malioboro yang semakin terbatas.
Selama penutupan Jembatan Kewek, Bupati Kulonprogo periode 2011-2019 itu menghimbau agar kendaraan yang ingin ke Malioboro melintas melalui Jalan Mataram.
Sementara untuk kendaraan kecil seperti sepeda motor bisa melewati sirip-sirip. Supaya dapat memecah kepadatan kendaraan. “Kami sudah putuskan, tidak ada uji coba Malioboro full pedestrian,” tegas Hasto.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jogja Agus Arif Nugroho memprediksi ada 3,86 juta wisatawan yang menggunakan kendaraan pribadi. Kondisi itu berpotensi menimbulkan kemacetan di area dalam kota.
Arif yakin, penutupan Jembatan Kewek nantinya tidak menimbulkan kemacetan panjang.
Dishub sudah menyiapkan rekayasa lalu lintas. Misalnya dengan mengarahkan kendaraan untuk memutar di Stadion Kridosono agar melewati Jalan Mataram jika ingin menuju Malioboro. “Lewat rekayasa tersebut, nantinya wisatawan akan menghindari ruas jalan Jembatan Kewek,” sebutnya. (inu/pra)
Editor : Heru Pratomo