Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Minta Segera Realisasikan Bangun Museum Bung Karno, Eko Suwanto: Pemprov DIY Beli Hotel Ratusan Miliar Saja Mampu

Kusno S Utomo • Senin, 15 Desember 2025 | 14:10 WIB

 

INSPIRASI: Ketua Komisi A DPRD DIJ Eko Suwanto di depan patung Bung Karno tengah pidato di Museum KAA Bandung, Jawa Barat.
INSPIRASI: Ketua Komisi A DPRD DIJ Eko Suwanto di depan patung Bung Karno tengah pidato di Museum KAA Bandung, Jawa Barat.

JOGJA - Komisi A DPRD DIJ kembali menyuarakan pentingnya Pemprov DIJ segera merealisasikan pembangunan Museum Perjuangan Bung Karno. Desakan itu mengemuka setelah Komisi A DPRD DIJ mengadakan kunjungan ke Museum Konferensi Asia-Afrika (KAA) di Bandung, Jawa Barat. Lahirnya KAA pada 1955 itu salah satunya berasal dari gagasan presiden pertama RI tersebut.


"Harapan saya, Pemprov DIJ terinspirasi Museum KAA. Pentingnya segera cepat dibangun karena Jogja punya peran sejarah,” kata Ketua Komisi A DPRD DIJ Eko Suwanto Minggu (14/12).


Menurut Eko, peran sejarah itu, antara lain , ada peristiwa pindah ibu kota dari Jakarta ke Jogja. Kemudian berbagai peristiwa bersejarah lainnya. ”Kami harap pemprov lekas menyusun naskah akademik (NA) dan membangun museum. Ini akan terus kami suarakan untuk anak cucu di masa yang akan datang," kata wakil rakyat dari PDI Perjuangan ini.


Eko optimistis pembangunan Museum Perjuangan Bung Karno bisa secepatnya direalisasikan. Sebab, untuk membeli hotel berbintang dengan harga ratusan miliar saja pemprov bisa mewujudkan. Karena itu, tidak sulit bagi pemprov melaksanakan pembantunan museum tersebut.


Diingatkan, museum perjuangan bangsa, sangat dibutuhkan. Itu mengingat Proklamator RI Bung Karno pernah tinggal di Jogja difasilitasi oleh rakyat, Keraton Jogja dan Kadipaten Pakualaman
"Kami punya sejarah lahirnya kemerdekaan pada saat RI merdeka pada 17 Agustus 1945. Tidak lama berselanng ada Pawai Pemuda dan pada 5 September 1945 ada Amanat HB IX dan PA VIII bergabung dengan RI," katanya.


Belajar dari bangsa Palestina dengan perjuangan rakyatnya, Komisi A DPRD DIJ berkomitmen dan berjuang untuk rakyat Palestina demi ketertiban dunia. "Jogja itu rumah dunia, bukan hanya orang Jogja, termasuk kami dukung kemerdekaan Palestina. Saat KAA Bandung, ada negara peninjau dari Palestina," katanya.


Di bagian lain, Komisi A DPRD DIJ juga mengembangkan Sinau Pancasila dan sejarah. Salah satunya dengan melakukan kunjungan bersama wartawan ke Museum Asia Afrika di Bandung pada Jumat (12/12). Kegiatan ini menindaklanjuti agenda mengunjungi berbagai museum. Nulai dari Bali, Jawa Timur dan berbagai daerah lainnya. Tujuannya, menggali sejarah dan nilai-nilai Pancasila.


Kunjungan ke Museum KAA di Bandung sebagai bagian dari upaya melihat dari dekat tata kelola dan manajemen museum. Sebagaimana diketahui, KAA 1955 di Bandung atas inisiatif Indonesia yang mendapatkan dukungan dari beberapa negara. Presiden Soekarno jauh sebelum 1955, tepatnya pada 1933, sudah menulis dan memimpikan pertemuan bangsa-bangsa terjajah dari berbagai belahan dunia.

 

Berjuang bersama melawan penjajahan. Ada juga peran Wakil Presiden RI Mohammad Hatta dan perdana menteri saat itu, Ali Sastroamidjojo yang ulet berdialog dan berdiplomasi dengan berbagai negara sehingga kehadiran Indonesia sebagai ketua KAA sukses digelar.


Saat pembukaan KAA 15 April 1955, Bung Karno menyampaikan pidato berjudul "Let A New Asia and A New Africa Be Born". Bung Karno memberikan gambaran betapa Indonesia yang memiliki suku bangsa yang berbeda, dengan dasar Pancasila dapat bersatu melawan penjajah.


Bung Karno mengajak seluruh bangsa bangsa untuk membangun solidaritas perjuangan menghormati hak asasi manusia dan merebut kemerdekaan dengan terus mengobarkan semangat anti penjajahan. Melalui sidang delegasi 29 negara, Konferensi Asia Afrika melahirkan Dasa Sila Bandung.


"Arsip-arsip termasuk naskah pidato Bung Karno, risalah sidang dan dokumen bersejarah, serta film masih bisa kita nikmati di Museu KAA, termasuk ruangan tempat sidang dan kursi para delegasi masih terawat dengan baik," ujarnya.


Keberadaan museum KAA punya tiga hal penting bagi Bandung. Pertama, memberikan tiga nilai sejarah untuk dipelajari bagi kaum muda. Kedua museum bisa jadi tempat lakukan riset penelitian sejarah, bisa hasilkan sarjana, master, dan doktor. Ketiga, bisa menjadi destinasi wisata sejarah yang memberikan manfaat keekonomian bagi masyarakat. (kus/laz)

 

Editor : Herpri Kartun
#Pemprov DIJ #bung karno #Komisi A DPRD DIJ #museum #PDI Perjuangan (PDIP) #Eko Suwanto