Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Waspada! Muncul Dua Bibit Siklon Baru, Hujan Lebat Diprediksi Akan Terus Terjadi di Yogyakarta 

Iwan Nurwanto • Senin, 15 Desember 2025 | 06:45 WIB

Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) menembus hujan untuk bergegas kembali ke kantor mereka di lingkungan Pemkab Sleman, kemarin (15/5).
Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) menembus hujan untuk bergegas kembali ke kantor mereka di lingkungan Pemkab Sleman, kemarin (15/5).

JOGJA - Cuaca berupa hujan dengan intensitas lebat yang disertai angin kencang diprediksi akan terus terjadi di Yogyakarta.

Pasalnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendeteksi adanya aktivitas dua bibit siklon baru.

Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Yogyakarta Warjono mengatakan, berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer terdapat dua bibit siklon tropis baru. Yakni siklon 93S dan siklon Bakung.

Baca Juga: Sudah Comeback Bersama PSS Sleman, Fachruddin Aryanto Masih Terus Dipantau

Dia mengungkap, bibit siklon 93S muncul di Samudra Hindia tepatnya sebelah selatan Jawa Timur.

Siklon tersebut berpotensi memicu kondisi cuaca berupa hujan intensitas lebat dan angin kencang di sebagian besar Pulau Jawa termasuk Yogyakarta.

Bibit siklon tropis 93S sudah terbentuk di Samudra Hindia sejak tanggal 11 Desember 2025 lalu. Namun seiring bertambahnya hari aktivitas siklonik mulai melemah dan menjauh dari Indonesia.

Baca Juga: Timnas Putri Indonesia Gagal ke Final Sea Games 2025 Setelah Takluk dari Vietnam, Medali Perunggu Menjadi Harapan Terakhir

“Meskipun potensi menjadi siklon rendah, pergerakan bibit ini menuju ke arah barat daya dan masih berpotensi memicu kondisi cuaca ekstrem,” ujar Warjono saat dikonfirmasi lewat pesan singkat, Minggu (14/12/2025).

Sementara untuk bibit siklon Bakung, menurutnya berada di Samudra Hindia sebelah barat daya Lampung.

Kehadiran bibit siklon itu hanya berdampak di wilayah Lampung dan Bengkulu. Sehingga tidak akan memicu potensi cuaca ekstrem di Pulau Jawa dan sekitarnya.

Baca Juga: Temukan 50 Pelaku Industri Rumah Tangga Pangan Belum Penuhi Syarat Produksi, Pemkab Gunungkidul Dampingi lewat Bimtek Keamanan Pangan  

Meskipun demikian, Warjono meminta agar masyarakat tetap berhati-hati pada berbagai potensi bencana hidrometeorologi. Misalnya seperti banjir, tanah longsor, dan kemungkinan adanya gelombang tinggi.

“Meskipun kedua siklon mulai menjauh, tetap perlu untuk waspada,” pesannya.

Perihal dampak aktivitas siklon di Kota Jogja, Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) pada Minggu (14/12/2025) mencatat ada dua kejadian pohon tumbang. Yakni di Kemantren Gondokusuman dan Kemantren Gondomanan.

Baca Juga: Profesional, M. Fahri Tinggalkan Dulu Keluarga di Aceh untuk Berbagung Kembali ke PSS Sleman

Kepala Pelaksana BPBD Kota Jogja Nur Hidayat membeberkan, untuk peristiwa di Kemantren Gondokusuman berupa ambruknya pohon gregi setinggi 15 meter dan sempat menutup akses Jalan Kompol Bambang Suprapto pada pukul 10.45.

Sementara peristiwa di Kemantren Gondomanan berupa pohon mangga menimpa rumah dan kolam ikan milik warga di Kampung Prawirodirjan RT 40/RW 12 sekitar pukul 10.30. Kedua kejadian pohon tumbang itu disebut sudah tertangani.

“Semuanya sudah terkondisi dengan assessment pemotongan,” terang Nur. (inu)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#siklon Bakung #bmkg yogyakarta #Yogyakarta #Hujan lebat #siklon 93S #bibit siklon baru