JOGJA - Teater Rai Gedhek kembali hadir untuk mementaskan karyanya. Kali ini lewat acara Wiraga #9: Khilavada dengan lakon Sunat. Pementasan akan digelar di Gedung Taman Budaya Yogyakarta (TBY), Minggu (14/12) mulai pukul 18.00.
Pada pementasan ini, Teater Rai Gedhek yang merupakan salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Sekolah Tinggi Multi Media (STMM) "MMTC" Jogjakarta ini melibatkan banyak pemain dan kru. Setidaknya ada 117 orang. Mereka terdiri atas pemain, kru properti, make up, lighting, sound system, panggung, dan lain-lain.
Sutradara sekaligus penulis naskah Nicholas Angga mengatakan, Sunat menceritakan seorang istri yang sudah 10 tahun menikah ingin sekali punya anak. Ia pun mencurhatkan soal suaminya yang belum bersunat kepada tetangganya.
Tapi, hal itu justru menyulut para warga kampung untuk menyunatkan si suami secara paksa. Sang istri menjadi bimbang antara membiarkan suaminya dipaksa sunat oleh warga, atau membela si suami demi cintanya.
Lakon Sunat akan dikemas dengan gaya komedi. "Saya ingin menampilkan gaya komedi satir, di mana nantinya setiap tokoh akan memainkan gaya teater drama nonrealis atau hiperbola," kata Nicholas.
Dalam pementasan teater ini, lanjutnya, akan ditampilkan sebuah perpaduan unsur seni. Meliputi drama yakni permainan dialog keseluruhan pemain dari naskah. Kemudian tari di mana permainan transisi dari setiap adegan, dan musik berupa perpaduan dengan tari.
"Saya juga meminimalisasi adanya lampu black out di mana panggung akan selalu menyala dengan latar waktu yang terjadi dalam kurun satu hari. Hal ini didukung permainan set berjalan serta transisi di mana kru artistik juga ikut tampil sembari memindahkan setting," ungkapnya.
Salah seorang pemain M. Khadafi Irkhami menyatakan kesiapannya untuk tampil dalam pementasan Teater Rai Gedhek dengan mengambil lakon Sunat ini. Ia mengaku setiap hari terus latihan sejak beberapa bulan lalu. "Siap main total," ujar mahasiswa semester 1 Prodi Manajemen Produksi Siaran (Manaprodsi) ini. (laz)
Editor : Herpri Kartun