JOGJA - Kehadiran fasilitas lampu penyeberangan orang di kawasan Malioboro dinilai belum optimal oleh sejumlah wisatawan. Sebab, keberadaannya belum efektif untuk menghentikan kendaraan.
Hal itu dirasakan oleh Rahayu, wisatawan asal Jakarta ini mengaku sempat mencoba fasilitas lampu penyeberangan orang di depan Ramai Mall.
Namun alih-alih menghentikan kendaraan meski lampu sudah berwarna merah.
Dirinya masih menunggu beberapa saat, bahkan harus melambaikan tangan agar pengendara berhenti.
“Saya coba tekan tombolnya, lampunya sudah merah, tapi motor sama mobil itu santai saja lewat,” ujar Rahayu kepada Radar Jogja saat ditemui di kawasan Malioboro, Selasa (9/12/2025).
Menurutnya, permasalahan lampu penyeberangan orang bukan disebabkan karena fasilitasnya.
Namun lebih kepada kurangnya kesadaran pengendara untuk menghentikan kendaraannya. Meski lampu sudah menunjukkan tanda berhenti.
Sebab, ungkap Rahayu, pada lampu penyeberangan orang di Malioboro juga telah memiliki peringatan suara.
Sehingga seharusnya dapat membuat pengguna kendaraan paham kapan harus menghentikan motor atau mobilnya.
“Jadi meskipun lampu sudah merah tetap harus was-was,” bebernya.
Baca Juga: PSBS Biak Resmi Pecat Divaldo Alves, Rekrut Agus Sugeng sebagai Pelatih Baru
Wisatawan lain, Gigih Utomo juga merasakan hal yang sama. Dia bahkan menilai durasi lampu hijau bagi pejalan kaki yang ingin menyeberang terlalu singkat.
Sehingga membuatnya tergesa-gesa ketika melintas dari sisi timur ke arah barat jalan.
Gigih mengungkap, tingginya kecepatan kendaraan yang melintas juga menjadi masalah lain yang dihadapi oleh penyeberang di Malioboro.
Lantaran banyak dari pengendara tetap melaju kencang meskipun mengetahui banyak pejalan kaki.
“Mungkin aturannya harus dipertegas, misal ada batas kecepatan,” ungkap wisatawan asal Jawa Timur yang datang bersama keluarganya ini.
Sebagai informasi, lampu penyeberangan orang di kawasan Malioboro berada didua titik.
Selain di depan Ramai Mall, fasilitas pejalan kaki itu juga ada di jalan Abu Bakar Ali tepatnya sisi utara hotel Grand Inna Malioboro.
Pantauan di lokasi nasibnya juga serupa. Meskipun lampu sudah menunjukkan warna merah dan hendak digunakan untuk menyeberang, masih ada beberapa kendaraan yang nekat menerobos rambu.
Radar Jogja telah berupaya menghubungi Kepala UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya Dinas Kebudayaan Kota Jogja Fitria Dyah Anggraeni selaku pengelola kawasan Malioboro.
Namun hingga berita ini ditulis yang bersangkutan belum memberi tanggapan perihal kendala lampu penyeberangan orang. (inu/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita