JOGJA - Upaya pemulihan layanan kesehatan di wilayah terdampak bencana di Aceh terus diperkuat. Tim pengabdian Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM yang tergabung dalam Academic Health System (AHS) UGM gelombang kedua resmi tiba di Banda Aceh untuk melakukan serah terima penugasan dari tim sebelumnya.
Kehadiran tim lanjutan ini menjadi bukti konsistensi AHS UGM dalam membantu daerah yang masih mengalami kekurangan tenaga medis pascabencana.
14 Tenaga Medis Bertugas di Aceh Utara
Koordinator tim, Dr dr Sudadi SpAn KNA KAR, menjelaskan bahwa keberangkatan tim kedua difasilitasi langsung oleh Sekretaris Daerah Aceh yang juga merupakan anggota KAGAMA.
Tim berjumlah 14 orang, sesuai rekomendasi Health Emergency Operational Center (HEOC) Provinsi Aceh.
Mereka ditempatkan di RS dr. Muchtar Hasbi, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara.
“Pemberangkatan tim kedua ini difasilitasi oleh Sekda, melalui jalur udara dan laut. Total ada 14 orang,” ungkap Sudadi, Selasa (9/12/2025).
Minim Tenaga Medis dan Krisis Air Bersih Hambat Pelayanan RS
Sudadi menggambarkan kondisi memprihatinkan di rumah sakit tersebut. Selain sangat kekurangan tenaga medis, fasilitas pelayanan juga terhambat akibat krisis air bersih.
“Tandon air di bawah tertimbun lumpur dan cadangan air di atas tidak banyak. Sehari saja sudah habis,” katanya.
Untuk mengatasi hal ini, tim AHS UGM telah berkoordinasi dengan Dekanat FK-KMK UGM untuk membantu pengadaan tandon air semi permanen, termasuk pembuatan tower dan pemasangan pipa agar air bersih dapat didistribusikan ke ruang rawat inap.
“Kami sudah memperbaiki jalur-jalurnya, tapi memang banyak yang rusak,” ujarnya.
Tim Medis Dibagi Dua: Fokus IGD dan Layanan Langsung ke Masyarakat
Sejak Sabtu (6/12/2025), tim telah aktif bertugas dan dibagi menjadi dua kelompok:
1. Tiga tenaga medis bertugas di IGD dan Poliklinik RS dr. Muchtar Hasbi.
2. Tim kedua dikirim ke Kecamatan Langkahan, wilayah dengan jumlah warga terdampak bencana yang cukup besar.
Dalam dua hari pertama, tim menangani 90 pasien pada hari Sabtu, dan 110 pasien keesokan harinya.
“Tim pertama mempersiapkan rumah sakit sebagai tempat rujukan. Kalau ada pasien yang perlu rawat inap, kita arahkan ke RS dr. Muchtar Hasbi,” jelas Sudadi.
Penugasan Baru: Bener Meriah Jadi Lokasi Berikutnya
Dua tenaga medis telah dikirim lebih dulu untuk melakukan asesmen lapangan.
Hasilnya, AHS UGM berencana menurunkan tim tambahan di Kabupaten Bener Meriah, sesuai arahan HEOC setempat.
Meski jumlah warga terdampak tidak banyak, mereka terisolir, sehingga bantuan tenaga medis tetap diperlukan.
“Satu tim akan tetap di Aceh Utara, sementara tim berikutnya kami persiapkan untuk Bener Meriah. Ini sedang kami siapkan dari sisi SDM,” kata Sudadi.
Tim baru tersebut dijadwalkan berangkat pada Kamis (11/12/2025) setelah proses koordinasi final. Komposisinya diperkirakan serupa dengan tim Lhoksukon mengingat kondisi lapangan yang kemungkinan tidak jauh berbeda. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin