JOGJA - Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja akan melakukan pengosongan di berbagai depo di wilayahnya menjelang libur panjang natal dan tahun baru (Nataru).
Ini untuk memastikan agar pada momen tersebut Jogja tak darurat sampah. Seiring dengan meningkatnya mobilitas masyarakat.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengatakan, optimalisasi depo-depo sampah ditarget selesai Rabu (10/12/2025) mendatang.
Pengosongan ini untuk mengantisipasi penumpukan sampah saat musim Nataru.
Mengingat, produksi sampah pada akhir tahun biasanya mengalami kenaikan signifikan.
“Ada kuota 500 ton khusus momen ini (libur Nataru) dan harus dimaksimalkan, truk akan angkut dua kali sehari,” ujar Hasto di sela Rapat Pengelolaan Sampah yang di Balai Kota Timoho, Jumat (5/12/2025)
Meskipun pada pertengahan Desember nanti depo-depo akan dibersihkan, Bupati Kulon Progo 2011-2019 itu mengakui beban jajarannya masih cukup berat.
Lantaran produksi sampah harian di Kota Jogja mencapai 300 ton per hari.
Sementara kemampuan unit pengolahan sampah (UPS) milik pemerintah hanya 190 ton.
Terdiri dari TPS3R Nitikan, Kranon, Karangmiri, Sitimulyo 1 dan 2, serta Giwangan. Oleh karena itu, pengelolaan sampah dari sumbernya perlu dilakukan.
Baca Juga: Hadapi Lonjakan Wisatawan Nataru, Pos Jaga dan Patroli Ditambah di Malioboro untuk Antisipasi Ini..
“Keberadaan UPS ini menjadi tulang punggung pengelolaan sampah di hilir,” jelasnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja Rajwan Taufiq mengungkapkan, sampah yang masih tertahan di depo sebesar 2.500 ton sejak Jumat (5/12/2025).
Kemudian sudah berhasil terangkut 1.000 ton kemarin (7/12). Kini tinggal menyisakan 1.500 ton yang merata di 14 depo.
Taufiq optimistis bisa membersihkan seluruh depo hingga 10 Desember mendatang. Sebab sebanyak 50 truk sampah sudah dikerahkan untuk mengangkut sampah yang masih tertahan di depo.
“Kami (pemerintah kota) memiliki sekitar 40 truk, sisanya disewa menggunakan anggaran yang tersedia,” bebernya.
Terpisah, Kabid Pengelolaan Persampahan DLH Kota Jogja Ahmad Haryoko menyatakan, Jogja masih mendapat kuota pembuangan ke TPA Piyungan pascalibur Nataru.
Sehingga, penanganan depo masih tetap bisa dilakukan pascalibur panjang.
“Setelah Januari mudah-mudahan kami bisa selesaikan dengan sumber daya yang ada, yakni melalui UPS-UPS,” ungkapnya dalam pesan singkatnya. (inu/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita