Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dongkrak Perekonomian, Dinperinkop UKM Kota Jogja Kenalkan Merchandise Segoro Amarto Reborn dan Gelar Sunmor di Embung Giwangan

Adib Lazwar Irkhami • Senin, 8 Desember 2025 | 06:45 WIB

Wakil Wali Kota Jogja Wawan Harmawan dan Kepala Dinperinkop UKM Kota Jogja Tri Karyadi Riyanto Raharjo hadir dalam acara ini di Taman Budaya Embung Giawangan, kemarin (7/12).
Wakil Wali Kota Jogja Wawan Harmawan dan Kepala Dinperinkop UKM Kota Jogja Tri Karyadi Riyanto Raharjo hadir dalam acara ini di Taman Budaya Embung Giawangan, kemarin (7/12).

JOGJA - Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM (Dinperinkop UKM) Kota Jogja mengenalkan merchandise Batik Segoro Amarto Reborn di Taman Budaya Embung Giwangan, kemarin (7/12). Pengenalan merchandise itu dilaksanakan bersamaan agenda yogowes dan sunday morning (sunmor).


Kepala Disperinkop UKM Kota Jogja Tri Karyadi Riyanto Raharjo mengatakan, merchandise Batik Segoro Amarto Reborn dikenalkan dalam tiga item. Yakni jersey, jaket, serta topi. Ketiganya memiliki corak batik tugu, pensil, pohon asem, hingga pohon sawo kecik yang selama ini menjadi ciri khas di Jogjakarta.


Totok, sapaannya, berharap, kehadiran merchandise Batik Segoro Amarto Reborn bisa mendobrak kesan batik yang selama ini dikenal sebagai pakaian orang tua. Sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat melalui penjualan batik di Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Kota Jogja.


"Sesuai dengan namanya, Segoro Amarto memiliki semangat gotong royong agawe majuning Ngayogyakarta,” ujar Totok di sela launching.


Totok menyatakan, pasar Batik Segoro Amarto Reborn sudah terjamin. Sebab, pemerintah kota telah mengeluarkan instruksi agar batik tersebut digunakan sebagai seragam bagi aparatur sipil negara sejak 7 Oktober 2025 lalu.


Meskipun begitu, inovasi terhadap Batik Segoro Amarto Reborn harus terus dilakukan. Bahkan tidak terbatas dalam produk fesyen saja. Namun juga bisa dikombinasikan dengan alat tulis kantor dan elemen lainnya.


"Fleksibilitas batik bisa diimplementasikan pada banyak hal agar lebih dicintai kalangan anak muda.” terang Totok.


Selain melalui pengembangan merchandise Batik Segoro Amarto Reborn, Disperinkop UKM Kota Jogja juga menggelar sunday morning (sunmor). Total ada 36 pelaku usaha kecil dan menengah yang disediakan tenant dalam kegiatan itu.


Totok menyampaikan, sunmor merupakan wadah bagi pelaku usaha di Kota Jogja untuk menggaet lebih banyak pembeli. Lantaran dalam agenda itu juga diselenggarakan senam dan berbagai hiburan. "Kami bertanggungjawab memastikan UMKM dapat menjual produk mereka di tempat yang layak,” tegasnya.


Sementara itu, Wakil Wali Kota Jogja Wawan Harmawan berharap inovasi Batik Segoro Amarto Reborn dalam bentuk merchandise bisa semakin memperkenalkan batik khas Jogja kepada masyarakat luas. Sementara melalui sunmor, dapat semakin mempermudah pelaku UKM untuk memasarkan produknya.


Wawan pun ingin berbagai dinas di Pemkot Jogja bisa berkolaborasi untuk membuat kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat. Contohnya lewat kolaborasi antara Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) dan Disperinkop UKM yang menyelenggarakan yogowes, sunmor, serta pengenalan merchandise Batik Segoro Amarto Reborn yang dilaksanakan dalam satu waktu dan tempat.


"Lewat kolaborasi ini juga mendukung Embung Giwangan menjadi idola destinasi baru di Kota Jogja," bebernya. (inu/laz)

Editor : Herpri Kartun
#Dinas Perindagkop dan UKM #Sunmor #segoro amarto #Kota Jogja