JOGJA - Pengamen viral Malioboro Wikwik Ambyar kembali menarik perhatian publik.
Aksinya menggalang dana untuk para korban banjir dan tanah longsor di Sumatera mendapat perhatian masyarakat yang saat itu mengunjungi kawasan malioboro.
Pria yang memiliki nama asli Keman Hermanto ini turut berpartisipasi bersama rekan Seniman Malioboro lain pada kegiatan Ngamen Amal yang berlangsung di tujuh titik pedestrian kawasan Malioboro Jumat (5/12/2025).
Suara khas, aksi kocak, serta gaya unik berdandan serba warna kuning itu tampil luwes, apa adanya membuat siapa pun yang melintas berhenti sesaat untuk ikut berdonasi.
Meski dikenal sebagai pengamen viral dengan karakter lucu, Keman ternyata memiliki sisi empati yang kuat.
Penyuka kuliner rica-rica itu mengaku tergerak melihat pemberitaan mengenai musibah banjir dan longsor di Sumatera yang menelan korban jiwa serta menyebabkan ribuan warga harus mengungsi.
“Saya cuma pengamen, tapi bukan berarti tidak bisa membantu. Rezeki itu bukan soal besar kecil, yang penting niatnya. Kalau suara saya bisa bikin orang berhenti sesaat dan ikut berdonasi, itu sudah lebih dari cukup,” ujar Wikwik Ambyar saat ditemui di sela-sela aksi ngamen amal.
WikWik yang memiliki nama panggung Ike Erindya itu bercerita semua dilakukan dengan ikhlas bersama beberapa teman pegiat seni lain yang merasa memiliki panggilan nurani yang sama.
"Kami ini orang kecil Mas. Tapi orang kecil juga punya hati. Kalau saudara-saudara kita di Sumatera sedang susah, ya kita berusaha bantu semampunya,” terang pengamen nyentrik dengan gaya khas rambut warna-warni dan celotehan jenaka itu.
Banyak pengunjung Malioboro tampak antusias menikmati malam itu.
Tidak sedikit pula wisatawan yang memberi donasi sambil merekam aksi kocak Wikwik Ambyar, kirim-kirim salam.
Lantas menyebarkannya di media sosial.
Penyuka warna merah itu berharap apa yang dilakukan mampu sedikit meringankan beban para korban banjir dan tanah longsor di Sumatera saat ini.
Pria asli Kulonprogo itu menegaskan bantuan apa pun, meski kecil, akan sangat berarti bagi warga terdampak.
“Semoga saudara-saudara kita di Sumatera tetap kuat. Musibah memang berat, tapi semoga banyak tangan-tangan baik yang tergerak. Kalau kita saling bantu, insyaAllah mereka bisa bangkit lagi,” tuturnya. (naf)
Editor : Iwa Ikhwanudin