Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ruang Promosi Potensi Kalurahan Budaya di DIY, Dodolanan 2025 di GOR Amongraga Resmi Dibuka

Agung Dwi Prakoso • Sabtu, 6 Desember 2025 | 05:30 WIB
NGURI-URI: Peserta mengikuti pertandingan permainan tradisional Gobak Sodor antar kalurahan/kelurahan budaya se-DIJ dalam gelaran Dodolanan, di GOR Amongraga, Jogja, kemarin (5/12).
NGURI-URI: Peserta mengikuti pertandingan permainan tradisional Gobak Sodor antar kalurahan/kelurahan budaya se-DIJ dalam gelaran Dodolanan, di GOR Amongraga, Jogja, kemarin (5/12).

JOGJA - Dinas Kebudayaan (Disbud) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar Lomba Permainan Tradisional Gobak Sodor sekaligus Gelar Potensi Desa Budaya 2025 di GOR Amongraga, Jogja, 5-7 Desember. Acara ini sebagai ajang pelestarian budaya dan promosi potensi yang ada di masing-masing kalurahan di DIY.

Kepala Disbud DIY Dian Lakhsmi Pratiwi mengatakan, tema yang diusung selama tiga hari ke depan yakni Dodolanan yang merupakan singkatan dari dodolan, dolan, dan dolanan. Sesuai tema yang diangkat, acara ini menghadirkan puluhan stan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang menjajakan berbagai macam produk khas masing-masing kalurahan. Selain itu, spot permainan tradisional juga disediakan sekaligus di lombakan. Khususnya permainan Gobak Sodor.

"Sebuah konsep kegiatan yang mencoba menjaga, merawat dan mengembangkan pelestarian budaya yang memadukan aktivitas berjualan, bermain dolan desa dalam satu event yang bisa dinikmati sebagai suatu rekreasi keluarga," ujarnya dalam sambutan pembukaan acara Dodolanan 2025.

Pembukaan tersebut dihadiri seluruh pengurus kalurahan budaya se-DIY, tim monitoring dan para pendamping budaya kalurahan budaya. Masing-masing kalurahan akan menampilkan atraksi seni dan budaya di panggung pertunjukan selama tiga hari penyelenggaraan. Penampilan itu sekaligus menambah wawasan beraneka ragam praktik kesenian dan kebudayaan di DIY.

"Pengunjung bisa menyaksikan atraksi hiburan kesenian tradisional, berbelanja produk lokal yang merupakan produk unggulan Desa Budaya," ungkapnya.

Tujuan utama rangkaian kegiatan itu yakni sebagai ruang fasilitasi dan promosi kepada seluruh kelurahan dan kalurahan, desa dan budaya untuk menampilkan potensi masing-masing di wilayahnya. Peserta gelar potensi Kalurahan Kelurahan Budaya tahun 2025 sebanyak 50 kalurahan budaya. Dengan rincian Kota Jogja 5 kelurahan, Kabupaten Bantul 10 kalurahan, Kabupaten Kulon Progo 11 kalurahan dan Kabupaten Gunungkidul 12 kalurahan serta Kabupaten Sleman 12 kalurahan.

"Peserta lomba permainan tradisional Gobak Sodor berasal dari masing-masing kelurahan dan kalurahan dan diikuti keseluruhan 26 kontingen baik putra maupun putri," jelasnya.

Disbud DIY juga menyiapkan hadiah bagi pemenang lomba permainan tradisional Gobak Sodor. Juara pertama akan mendapatkan uang pembinaan Rp 8 juta. Juara kedua Rp7 juta, ketiga Rp 6 juta dan juara keempat Rp 5 juta. "Berbagai produk unggulan ditampilkan di luar gedung, terdiri atas kuliner, pengetahuan budaya, serta kerajinan dari kelurahan dan kalurahan budaya," ucapnya.

Selain itu, di luar juga disediakan spot loka karya untuk sarana edukasi pengetahuan keterampilan bagi masyarakat. Mulai dari aktivitas meronce bunga melati hingga kerajinan anyaman janur kelapa. Harapannya, untuk meningkatkan aktivitas kebudayaan di kalurahan dan kelurahan budaya serta menjamin menjalin kolaborasi kemitraan.

"Antara institusi pemerintah maupun swasta dengan melibatkan warga masyarakat dalam mengelola objek kebudayaan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tegasnya.

Dalam kesempatan sama, Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Sosial Budaya dan Kemasyarakatan Didik Wardaya menambahkan, potensi yang ditampilkan dalam acara itu dinilai sebagai gambaran budaya yang tumbuh di tengah masyarakat. Beragam atraksi menjadi bukti bahwa identitas budaya DIY terus dilestarikan oleh para pelaku budaya yakni masyarakat itu sendiri.

"Sesuai falsafah Jawa, sangkan paraning dumadi bahwa manusia selalu berjalan untuk mengetahui asal-usul sekaligus tujuan hidupnya," ujarnya.

Menurut Didik, di dalam permainan tradisonal terdapat nilai-nilai luhur yang menjadi pembelajaran bersama. Seperti mengjarkan tentang kekompakan, kejujuran, dan sportivitas bagi para pemainnya. "Ini menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter masyarakat," ungkapnya. (*/oso/laz)

Editor : Herpri Kartun
#permainan tradisional #gobak sodor #dinas kebudayaan #loka karya #falsafah jawa #kesenian tradisional #usaha mikro kecil dan menengah #event #GOR Amongraga #Daerah Istimewa Yogyakarta