Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

21 Sekolah Muhammadiyah DIJ Jadi Pionir Penerapan Metode Pembelajaran Internasional

Satria Pradika • Selasa, 2 Desember 2025 | 18:01 WIB
21 Sekolah Muhammadiyah di DIJ yang menerapkan metode pembalajaran internasional bekerjasama dengan lembaga pendidikan internasional Marshall Cavendish Education (MCE) dan JP Books.
21 Sekolah Muhammadiyah di DIJ yang menerapkan metode pembalajaran internasional bekerjasama dengan lembaga pendidikan internasional Marshall Cavendish Education (MCE) dan JP Books.

 

RADAR JOGJA - 21 sekolah Muhammadiyah di Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) menjadi pionir sekolah yang menerapkan metode pembalajaran internasional bekerjasama dengan lembaga pendidikan internasional Marshall Cavendish Education (MCE) dan JP Books. Upaya peningkatan pun dilakukan untuk menggaet lebih banyak sekolah, salah satunya melalui Seminar Pendidikan yang digelar di SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta, Sabtu (29/11).

"Kami menjalin kerjasama dengan Pengurus Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIJ terutama berkaitan dengan integrasi teknologi kecerdaasan artificial untuk mendukung konsep pembeajaran mendalam," ujar Bussiness Development Director Of Marshall Cavendish Education wilayah Asia Tenggara Tri Turturi Farah Neswary kepada Radar Jogja, Sabtu (30/11).

AGUNG DWI PRAKOSO/ RADAR JOGJA
AGUNG DWI PRAKOSO/ RADAR JOGJA

Program tersebut sejalan dengan visi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). MCE dikenal sebagai lembaga pendidikan pelopor konsep Singapore Math. Terutama pembelajaran Bahasa Inggris dan Matematika.

"Pedagogi dan Metodologi kami telah teruji membantu meningkatkan pendidikan di Singapura dan 132 negara lainnya di Dunia,"

Sejak tahun 2000an awal, MCE telah masuk di sekolah-sekolah internasional yang ada di Indonesia dan menerapkan metodologi pembelajarannya hingga sekarang. Tahun ini menjadi spesial sebab MCE tidak hanya menargetkan sekolah internasional, namun juga sekolah-sekolah umum.

"Muhammadiyah menjadi pionir sekolah umum yang bekerjasama dengan MCE," tandasnya.

AGUNG DWI PRAKOSO/ RADAR JOGJA
AGUNG DWI PRAKOSO/ RADAR JOGJA

Ia menilai, Muhammadiyah mempunyai visi besar yang sejalan dengan program-program MCE. Terutama dalam bidang pendidikan. Melalui pendidikaan, diharapkan bisa menjadi kendaraan meningkatkan kualitas bangsa dan menyongsong Indonesia Emas 2045.

"Kami telah melakukan transformasi pendidikan bersama dengan kementerian pendidikan di sana," tandasnya.

21 sekolah Muhammadiyah yang diajak bekerjasama itu diharapkan menjadi penggerak dalam penguatan kualitas pendidikan di Indonesia. Maka dari itu, seminar kali ini mengundang sekitar 100 perwakilan sekolah Muhammadiyah di DIJ agar bisa turut serta berkolaborasi.

"Baru tahun ini, bahan ajar kami yang biasanya memakai bahasa Inggris diterjemahkan menggunakan Bahasa Indonesia untuk memudahkan diikuti oleh sekolah-sekolah non internasioanl," jelasnya.

Ada sekitar 100 sekolah Muhammadiyah dan ribuan sekolah di Indonesia yang relah bekerjassama dengan MCE.

Direktur PT. Jepe Press Media Utama (JPBooks) Yudha Indrawan mengatakan dalam mendukung program pemerintah dari sektor pendidikan, pihakknya bersama MCE bekerjasama dengan PWM Muhammadiyah. Kolaborasinya terkait dengan program bilingual, pendalaman atas metodologi dan pendagogi dari Singapura.

"Kurikulum kita saat ini sedang dimasukkan program deeplearning yang itu sudah dilakukan di Singapura," ujarnya.

Dalam pelaksanan program tersebut, JP Books menyediakan bahan-bahan ajar metodologi pembelajaran seperti yang digunakan di Singapura dengan berbasa Indonesia. Tujuan akhirnya, peringkat pendidikan Indonesia di mata dunia bisa meningkat.

Photo
Photo

"Bahkan akan ada study banding sekolah Muhammadiyah ke sekolah di Singapura untuk melihat penerapannya," bebernya.

Ketua Majelis Dikdasmen dan Pendidikan Non Formal PWM DIJ Achmad Muhammad menambahkan pengajar di Indonesia butuh belajar dan mengambil inspirasi dari pendidikan Singapura yang sukses bertransformasi. Fokus pendidikan disana membangun critikal thingking melalui matematika dan bahasa inggris sebagai bahasa Internasional yang menjadi basic.

"Juga pemanfaatan teknologi dan koding yang semuanya sudah diterapkan 14 tahun yang lalu di sana," ujarnya.

Ada 21 sekolah Muhammadiyah mulai jenjang SD-SMA/SMK yang ditunjuk menjadi piloting project kerjasama. Ia berharap setidaknya mereka mulai membuka diri untuk belajar metode yang baru.

"Melibatkan guru secara aktif dengan bantuan AI, jadi tidak kehilangan nilai dan etika pendidikan tapi AI hanya untuk membantu proses pembelajaran," bebernya.

Dari 21 sekolah, kepala sekolah juga diberi kesempatan untuk belajar secara langsung ke Singapura yang dilaksanakan pada tanggal 19-22 November. Mulai dari SD Muhammadiyah Suronatan, SMP Muhammadiyah 3 Yogyakarta hingga SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta dan lainnya.

"Tahun 2026 kami berharap semakin banyak sekolah Muhammadiyah yang ikut bekerjasama agar pendidikan segera bertransformasi," jelasnya. (oso)

 

Editor : Satria Pradika
#Pembelajaran Internasional #Muhammadiyah #kemendikdasmen #Marshall Cavendish Education #SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta #PWM DIJ