JOGJA - Banjir kerap merendam jalan-jalan nasional di Yogyakarta, terutama ring road, saat hujan deras melanda.
Padahal, jalan ini menjadi akses utama masyarakat untuk beraktivitas. Meski berbahaya, tak jarang masyarakat memilih tetap nekat menerobos. Apa kata Satker PJN, para pengguna jalan, dan pengamat infrastuktur terhadap permasalahan ini?
Asisten Pelaksanaan dan Pengawasan Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) DIY Dian Rusmanawati menjelaskan, kondisi ini bisa terjadi karena banyak sampah yang tersangkut di gril atau lubang saluran drainase.
Sehingga, saluran tidak bisa bekerja secara maksimal karena air tidak bisa masuk. Hingga akhirnya air melimpas ke jalanan.
Kondisi ini juga kerap terjadi di Underpass Kentungan, Jalan Kaliruang, Depok, Sleman. Dia menyebut, belum lama ini empat pompa di underpass bermasalah karena sampah.
Saat sampah dan kotoran sudah dibersihkan, pompa bisa bekerja dengan optimal kembali. Lalu air bisa langsung surut.
"Pompa di bagian barat sempat terjadi hubungan arus pendek karena kemasukan lumpur yang terbawa air. Sementara yang timur tersumbat sampah," terangnya saat dihubungi Radar Jogja Rabu (26/11/2025).
Dia mengklaim sampah ini yang juga jadi penyebab banjir di berbagai jalan nasional lain, termasuk Ring Road Utara di sekitar kampus UPN "Veteran" Yogyakarta (UPNVY) .
Dian menegaskan, ruang di dalam saluran masih besar, tetapi air tidak bisa masuk. Tingginya jumlah sampah ini dia sebut karena adanya perubahan tata guna lahan.
Dari sebelumnya yang berupa sawah kini penuh dengan permukiman. Padahal, daerah tangkapan air di jalan lingkar itu tidak terlalu luas.
Menurutnya, pembersihan sampah yang menyumbat telah dilakukan berkala. Petugas juga terus disiagakan saat hujan deras. "Lubang gril itu tidak bisa terlalu besar, nanti sampah bisa masuk ke dalam. Enggak bisa terlalu kecil juga," katanya.
Untuk itu, dia benar-benar mengimbau kepada masyarakat untuk bisa membuang sampah pada tempatnya. Infrastruktur yang sudah dibangun dengan baik tetap butuh dukungan semua pihak agar bisa berfungsi secara maksimal.
"Infrastruktur ada agar bisa dimanfaatkan. Tapi kami enggak bisa menanggulangi air di permukaan yang membawa sampah. Poinnya di situ," tandasnya. (del/laz)
Editor : Herpri Kartun