JOGJA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jogjakarta mengungkap aktivitas dua siklon tropis tengah mengintai wilayah Jogjakarta. Kondisi itu diprediksi berpengaruh terhadap anomali cuaca.
Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Jogjakarta Warjono mengatakan, berdasar analisa dinamika atmosfer siklon tropis Senyar terpantau di Selat Malaka sebelah timur Aceh. Kemudian juga ada siklon tropis Koto berada di Laut Cina selatan sebelah cubarat Filipina.
Selain dipengaruhi aktivitas siklonik, kondisi cuaca dominan hujan juga didukung suhu muka laut yang terpantau relatif hangat. Lantaran dalam skala harian maupun mingguan suhu muka laut terpantau antara 28 hingga 30 derajat celcius.
Selain itu, kondisi La Nina lemah juga sangat berpengaruh terhadap peningkatan pola konvektif di sebagian wilayah Indonesia. Kemudian profil kelembaban udara terkini di DIJ juga terpantau basah. "Sehingga dapat memberi peluang hujan di wilayah Jogakarta. Baik pada pagi, siang, sore, dan malam hari,” bebernya.
Menghadapi potensi cuaca ekstrem, Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja Darmanto mengaku sudah mengajukan perpanjangan status siaga darurat. Yakni dari tanggal 1 hingga 31 Desember 2025.
Menurutnya, perpanjangan dilakukan karena melihat potensi cuaca ekstrem yang masih mengintai wilayah Jogjakarta. Lantaran puncak musim penghujan diprediksi baru terjadi pada Januari dan Februari mendatang. "Status siaga darurat di Kota Jogja sudah berlaku dari awal November lalu," ungkapnya. (inu/laz)