Sungai Winongo, Code dan Sungai Gajahwong. Tahun ini, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kota Yogyakarta telah memulai di dua sungai, Winongo dan Code.
“Dua sungai itu ada di tengah kota dan mengapit Sumbu Filosofi. Sungai Winongo dan Code sudah mulai kami revitalisasi,” ujar Kepala Bidang Sumber Daya Air dan Drainase Dinas PUPKP Kota Yogyakarta Rahmawan Kurniadi kemarin (25/11).
Lantaran berada di Kawasan Sumbu Filosofi, Rahmawan mengatakan keberadaan kedua sungai itu mendapatkan perhatian.
Salah satunya dengan menjaga aliran dan kebersihan sungai. Adi, sapaan akrabnya, menjelaskan revitalisasi dilakukan dengan mengambil sendimentasi.
Pembersihan dimulai dari bawah Jembatan Kewek Kleringan dan Bendung Mergangsan. Sejumlah bangunan yang dinilai menghambat aliran sungai dibersihkan.
Antara lain kandang ayam, bebek, dan karamba. Kemudian tanaman pisang serta semak-semak. Kini kondisinya terlihat semakin rapi. Bersih.
Revitalisasi itu mendapatkan dukungan. Paling menggembirakan respons yang ditunjukan masyarakat. Ada yang berinisiatif membongkar karamba yang mereka bangun sendiri. “Kesadaran warga cukup tinggi,” ungkap birokrat yang menamatkan pendidikan dasar di SMP Negeri 5 Yogyakarta ini.
Sebelum revitalisasi dijalankan, Adi turun ke bawah. Bersama dengan jajaran sejumlah kelurahan dan kemantren berkomunikasi dengan masyarakat.
Pendekatan dilakukan. Dari komunikasi itu, masyarakat bisa memahami dan menerima program bersih sungai tersebut.
Tak hanya melibatkan masyarakat. Dinas PUPKP Kota Yogyakarta juga berkolaborasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) Ditjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum RI.
Maklum sungai menjadi bagian dari kewenangan pusat. Beberapa bangunan karamba yang strukturnya memakai pasangan batu dibongkar memakai alat berat. Eskavator milik BBWSSO.
Adi menjelaskan, normalisasi sungai itu juga dalam rangka mencegah banjir. Dengan tidak ada lagi bangunan di tengah sungai, aliran air lancar. Sungai juga menjadi lebih dalam. Harapannya dengan sungai yang bersih tak ada lagi yang membuang sampah.
Revitalisasi Sungai Code saat ini telah berjalan 50 persen. Dari 7 kilometer yang membentang dari Kemantren Gondokusuman hingga Kemantren Mergangsan telah tuntas sepanjang 4 kilometer.
Sisanya dilanjutkan tahun depan. Tahun anggaran (TA) 2026. Itu juga akan dilakukan untuk Sungai Winongo. “Ditambah tahun depan Sungai Gajahwong,” terang lulusan Jurusan Teknik Arsitek Fakultas Teknik UGM ini.
Di samping program pembersihan sungai, Adi menyebut pihaknya juga membangun perkuatan tebing sungai di Kelurahan Terban, Gondokusuman dan Kelurahan Purwokinanti, Pakualaman.
Kegiatan ini dikolaborasi dengan Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman Dinas PUPKP Kota Yogyakarta. Contohnya yang ada di Kelurahan Terban.
Setelah tahun lalu berhasil menata kawasan Kampung Terban Madani dilanjutkan dengan pembangunan jalan inspeksi di pinggir sungai. Harapannya segera terwujud konektivitas. Mulai dari bawah Jembatan Sardjito hingga RW 01 Terban.
Dari selata ke utara yang berada di berbatasan dengan Dusun Blimbingsari, Sinduadi, Mlati, Sleman. Konektiviras jalan inspeksi Sungai Code juga akan dibangun di Kalurahan Wirogunan, Mergangsan.
“Ini juga dalam rangka mendukung jalur susur sungai,” jelasnya. Penataan kawasan permukiman itu memakai konsep mundur munggah, dan madhep kali (M3K).
Kepala Dinas PUPKP Kota Yogyakarta Umi Aksanti mengakui program pembersihan sungai menjadi prioritas. Terus akan dilakukan. Dimulai tahun ini berlanjut tahun depan. Hasilnya, program bersih sungai itu dinilai signifikan. Bisa mencegah banjir.
Baca Juga: Cara Mudah Meningkatkan Imun Tubuh di Musim Pancaroba, Yuk Simak Apa Saja
Ketika kondisi sungai bersih, orang menjadi berpikir ulang membuang sampah ke dasar sungai. Saat ini program itu telah berjalan dari Jembatan Tungkak, Mergangsan, hingga Jembatan Gondolayu, Gondokusuman.
Umi mengungkapkan upaya komunikasi dan pendekatan ke warga. Dia menyampaikan program bersih sungai itu dalam rangka mendukung kebijakan Gubernur DIY Hamengku Buwono (HB) X.
Video saat raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat ikut kerja bakti bersih sungai di Bendung Mergangsan pada Jumat 19 September 2025 secara khusus diputar di depan warga. “Di video itu Ngarsa Dalem (HB X, Red) ngendika, dawuhpentingnya menjaga kebersihan sungai. Warga sangat menghargai apa yang disampaikan beliau,” papar Umi. (kus)
Editor : Bahana.