JOGJA - Menjelang puncak musim hujan di DIY, Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (PU PESDM) telah memetakan beberapa lokasi jalan yang rawan banjir dan genangan. Pemeliharaan jalan serta drainase terus dilakukan sebagai langkah mitigasi.
Kepala Dinas PU PESDM DIY Anna Rina Herbranti mengatakan, ada tujuh titik lokasi jalan yang jadi langganan banjir dan genangan. Yakni ruas Jalan Demakijo-Kebonagung tepatnya di simpang Patran Kilometer 4; Jalan Yogyakarta-Barongan tepatnya di sekitar RS Al Hidayah Bembem; Jalan Bantul di sekitar Masjid Agung; Jalan Jogja-Bakulan tepatnya di Simpang Druwo; ruas Jalan Barongan-Bibal daerah Selopamioro; Jalan Yogya-Pakem di selatan Gardu PLN Banteng, dan Jalan Gedongkuning-Wonocatur tepatnya depan Jogja Expo Center (JEC).
"Beberapa jalan itu merupakan jalan provinsi yang merupakan kewenangan kami. Langkah mitigasi telah kami lakukan," ujarnya saat dihubungi melalui pesan WhatsApp, kemarin (24/11).
Menurutnya, penyebab dari genangan di jalan bahkan banjir adalah karena curah hujan yang sangat tinggi. Selain itu, beberapa saluran air di sekitar jalan juga ditemukan banyak sampah yang menyumbat aliran air. "Kami melakukan pembersihan sampah di saluran drainase jalan itu," bebernya.
Pembersihan saluran itu merupakan bagian dari program pemeliharaan jalan provinsi Dinas PU PESDM DIY. Namun ia belum menginformasikan adanya rencana perbaikan infrastruktur atau sarpras (sarana dan prasarana) jangka panjang.
"Kami menghimbau masyarakat tidak membuang sampah sembarangan. Bekas limbah makanan juga jangan dibuang di saluran drainase jalan," tandasnya.
Terpisah, Kepala Stasiun Klimatologi DIY Reni Kraningtyas mengatakan, perkiraan akan ada penambahan intesitas curah hujan di DIY. Sebab, cuaca dipengaruhi oleh fenomenan La Nina lemah yang berdampak pada tingginya curah hujan.
"Januari sampai Februari 2026 itu puncak musim hujan, sehingga akan ada penambahan intensitas curah hujan. Kita harus mewaspadai kondisi iklim yang cenderung lebih basah dari pada normalnya," ujarnya.
Masuknya musim hujan di DIY juga dipastikan dimulai pada pekan ketiga November. Hal itu karena awal musim hujan jatuh pada Oktober dasarian tiga. "Bulan November ini kami pastikan seluruh wilayah sudah memasuki musim hujan," terangnya. (oso/laz)
Editor : Herpri Kartun