JOGJA - Penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan untuk pembuangan pada awal tahun kini tinggal menghitung hari.
Pemerintah Kota (pemkot) Jogja pun menarget harga mati pengelolaan sampah harian.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengatakan, menghadapi penutupan TPA Piyungan di bulan Januari mendatang pihaknya akan memaksimalkan pengelolaan sampah. Minimal 90 sampai 100 ton per hari untuk jenis sampah organik.
Dia mengklaim, pemkot sudah hampir menyentuh target tersebut. Misalnya melalui program ember sampah organik yang mampu mengolah 25 ton sampah. Kemudian juga pengolahan sampah sapuan jalanan seperti daun kering menjadi pupuk dengan capaian 25 ton per hari.
“Itu berarti sudah 50 ton,” ujar Hasto saat ditemui di Puskesmas Danurejan II, Minggu (23/11/2025).
Bupati Kulon Progo periode 2011-2019 itu mengaku, untuk mengatasi 50 ton sampah sisanya, pemkot sudah menyiapkan dua titik Unit Pupuk Organik (UPO). Yakni pada lahan terbuka di Bener (Tegalrejo) dan Tegalgendu (Kotagede).
Meski kedua UPO itu masih dalam proses pembangunan, Hasto yakin tiap unit mampu mengelola sampah organik hingga 25 ton. Sehingga 100 ton sampah yang sudah menjadi target bisa terkelola.
“Istilahnya saya punya optimisme tetapi juga tidak overconfident, dalam arti harus kerja keras,” ungkap Hasto.
Selain dilakukan oleh pemerintah, Hasto juga mengajak agar semua pihak bisa bergotong royong membuat biopori jumbo di wilayahnya masing-masing. Lantaran lahan milik pemerintah sangat terbatas.
Sementara untuk penanganan sampah anorganik, dia mengaku bakal memaksimalkan peran bank-bank sampah di Kota Jogja. Hasto ingin, di tahun depan semua bank sampah bisa buka setiap hari untuk menampung sampah anorganik dari masyarakat.
“Karena sekarang ini bank sampah nimbangnya cuman sebulan sekali, ada yang dua minggu sekali. Makanya saya minta proaktif tiap hari,” beber Hasto.
Perihal keputusan penutupan TPA Piyungan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kehutanan (DLHK) DIY Kusno Wibowo menyatakan, pemerintah provinsi (pemprov) masih membuka peluang pembuangan ke TPA Piyungan. Namun dengan kapasitas sangat terbatas.
Dia menyebut, kesempatan bagi Kota Jogja untuk mengevakuasi sampah ke TPA Piyungan berpotensi masih bisa dilakukan hingga minggu pertama Januari 2026. Hal itu sebagai upaya mengantisipasi timbulan sampah saat momen Natal dan Tahun Baru (Nataru).
“Mungkin di minggu pertama Januari masih ada slot untuk evakuasi, terutama Kota Jogja,” tutur Kusno belum lama ini. (inu)
Editor : Bahana.