JOGJA - Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Jogja berencana membangun Jembatan Kewek. Lantaran kondisinya yang sudah kritis secara teknis.
Kepala DPUPKP Kota Jogja Umi Akhsanti mengatakan, Jembatan Kewek sudah berusia 100 tahun. Sehingga tingkat kerusakannya sudah parah. Bahkan tidak memungkinkan untuk perbaikan.
“Memang sudah kritis, dan sebenarnya sudah tidak memungkinkan renovasi tapi harus dibangun ulang," ujar Umi saat dikonfirmasi lewat sambungan telepon, Rabu (19/11/2025).
Kepala Bidang Bina Marga DPUPKP Kota Jogja (2017 - 2021) itu menyampaikan, pihaknya sudah menyusun Detail Engineering Design (DED) pembangunan ulang Jembatan Kewek. Namun pelaksanaannya belum pasti karena terkendala anggaran.
Umi mengaku, pihaknya sudah mengajukan permohonan pembangunan ulang Jembatan Kewek kepada kepala daerah. Hanya memang belum ada kepastian apakah menggunakan anggaran pemerintah pusat atau APBD.
Guna mengantisipasi kerusakan jembatan lebih parah, kata dia, DPUPKP Kota Jogja menyiapkan langkah penyelamatan sementara. Yakni dengan membatasi akses kendaraan besar melintasi Jembatan Kewek.
Umi memastikan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) DIY maupun kota untuk menyiapkan rekayasa lalu lintas. Nantinya, kendaraan berat seperti bus wisata dan truk besar tidak diperbolehkan melintas di Jembatan Kewek.
“Selain pembatasan tonase berat, kami juga berupaya jangan sampai ada kendaraan berhenti di atas jembatan,” tegasnya.
Sementara itu, Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo menyatakan, rekayasa lalu lintas di Jembatan Kewek akan berlaku selama musim libur natal dan tahun baru (nataru). Itu, karena melihat potensi lonjakan kendaraan besar seperti bus pariwisata selama masa libur panjang.
Hasto menegaskan, kebijakan tersebut diambil dengan pertimbangan keselamatan. Mengingat kondisi Jembatan Kewek yang sudah tua dan cukup berbahaya jika terus menerus menahan beban berat kendaraan.
"Jembatan Kleringan itu sudah tua. Kekuatannya tinggal 10-20 persen dan berbahaya," ungkap Hasto.
Perihal rencana perbaikan, Bupati Kulon Progo periode 2011-2019 itu mengaku, pemkot saat ini tengah berjuang mencari alokasi anggaran. Lantaran estimasi kebutuhannya sekitar Rp. 12 miliar.
Jika anggaran didapatkan, maka perbaikan dapat dilaksanakan tahun depan. Target pengerjaan diperkirakan memakan waktu satu tahun anggaran, dengan durasi pengerjaan ideal sekitar 6 bulan.
"Kami minta anggarannya ke pusat, ke Kementerian PUPR Pusat. Sama juga alternatif ke provinsi, tapi kami masih berjuang," jelasnya. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin