Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Marak Kasus Pembuangan Bayi, Sosiolog Sebut Ini Bertentangan dengan Kemanusiaan dan Ketuhanan, Butuh Intervensi Serius Seluruh Elemen Masyarakat

Adib Lazwar Irkhami • Senin, 17 November 2025 | 02:33 WIB
Mukhijab (Pakar Sosiolog UWM Jogja)
Mukhijab (Pakar Sosiolog UWM Jogja)

JOGJA - Maraknya banyaknya kasus pembuangan bayi di DIJ, sosiolog dari Universitas Widya Mataram (UWM) Jogjakarta Dr Mukhijab menilai, itu merupakan cerminan krisis tanggung jawab yang serius dan tindakan antikemanusiaan yang tidak beradab.

 

Apa pun alasannya, perilaku membuang bayi adalah hal yang bertentangan dengan kemanusiaan dan tanggung jawab seseorang kepada Tuhannya.


"Setiap bayi lahir punya hak untuk hidup dan untuk dirawat oleh orangtuanya. Ketika mereka membuang, ya mereka telah mengkhianati kemanusiaannya dan ketuhanannya," katanya, Jumat (14/11).


Dikatakan, jika benar mayoritas pelaku pembuangan bayi adalah kalangan mahasiswa yang mengalami kehamilan di luar nikah, maka bagi Mukhijab hal itu merupakan sebuah paradoks besar.

 

Sebagai intelektual muda, lanjutnya, para mahasiswa seharusnya memiliki pemahaman dan tanggung jawab bahwa janin atau bayi yang lahir adalah produk dari perbuatan mereka berdua. Dan itu harus dipelihara dan dirawat dengan baik.


Gaya hidup permisif seperti memilih tinggal di tempat kos yang bebas, dipandang sebagai salah satu faktor. "Karena mereka adalah orang-orang intelektual, tetapi mereka tidak punya nilai-nilai, integritas dan tak intelektualitasnya," tandasnya.


Ditanya mengenai analisis sosial di balik fenomena ini, Mukhijab menunjuk pada dua poin utama. Kedua poin itu adalah hilangnya responsibilitas dan anomali sosial.


"Siapa pun makhluk hidup, kalau sudah berpasangan, biasanya kan mau ada komitmen. Komitmen untuk hidup bersama, komitmen untuk menegakkan norma-norma sosial, dan komitmen untuk menanggung apapun risikonya dari kehidupan bersama itu," jelasnya.


Untuk menangani fenomena memprihatinkan ini, Mukhijab menekankan pentingnya solusi dari dua lapisan fundamental, yakni keluarga dan lingkungan terdekat. Jika fenomena itu banyak terjadi di lingkungan mahasiswa, maka pengawasan di tempat kos menjadi hal yang sangat wajib.


"Ini merupakan sebuah tragedi kemanusiaan yang membutuhkan intervensi serius dari seluruh elemen masyarakat. Dimulai dari unit terkecil yaitu keluarga, untuk mengembalikan nilai tanggung jawab dan moralitas," tegas mantan wartawan ini. (ayu/laz)

Editor : Herpri Kartun
#hamil luar nikah #Pembuangan bayi #Universitas Widya Mataram (UWM)