Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Penyakit Tidak Menular Bisa Serang Anak Muda, Pemprov DIY Ajak Warga Galakkan Lagi Budaya Germas

Agung Dwi Prakoso • Kamis, 13 November 2025 | 02:55 WIB

 

Personel tim ambulans gabungan PSC 119 DIJ memberikan pertolongan terhadap korban gawat darurat saat simulasi disela upacara peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-61, di halaman Stadion Mandala Krida.
Personel tim ambulans gabungan PSC 119 DIJ memberikan pertolongan terhadap korban gawat darurat saat simulasi disela upacara peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-61, di halaman Stadion Mandala Krida.

JOGJA - Pemprov DIY mengajak warga menerapkan budaya gerakan masyarakat hidup sehat (GERMAS) agar menjadi gaya hidup.

Ini sebagai langkah menekan peningkatan penyakit tidak menular (PTM).

Sekprov DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti mengatakan, gaya hidup sehat bukan sekadar pilihan pribadi melainkan tanggung jawab sosial demi keberlangsungan generasi mendatang.

Penggalakan kembali budaya Germas menjadi langkah untuk menjawab tantangan kesehatan yang semakin kompleks.

Seperti transisi epidemiologi yang menunjukkan peningkatan PTM seperti hipertensi, diabetes, dan jantung. Bahkan penyakit ini banyak menyerang anak usia muda.

“Mungkin dulu penyakit jantung, diabetes itu diidap oleh usia-usia 30-40-an ke atas ya. Sekarang kan anak-anak muda (juga), ya kembali ke lifestyle lagi. Itu kan gaya hidup. Orang suka ngopi," katanya dalam Upacara Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) yang digelar di Halaman Stadion Mandala Krida Rabu (12/11/2025).

Itu merupakan salah satu upaya preventif untuk menjaga kesehatan masyarakat.

“Dengan meningkatnya pemahaman masyarakat, diharapkan masyarakat berpartisipasi aktif dalam kegiatan promotif dan preventif melalui CKG,” ujarnya.

Dalam upacara peringatan HKN tersebut juga dilakukan penyerahan simbolis alat bantu program Jaminan Kesehatan Sosial (Jamkesos) terpadu kepada para penyandang disabilitas.

Selain itu, ditampilkan pula Simulasi Penanganan Korban Gawat Darurat di wilayah DIJ dan Parade Ambulans yang melibatkan Public Safety Center (PSC) 119 dan Emergency Medical Team (EMT) DIY.

Parade ambulans melibatkan ambulans 119 DIY dan kabupaten/kota.

Parade ini menggambarkan kekuatan kolaborasi dan kesiapsiagaan seluruh unsur layanan kesehatan dan kebencanaan di DIY dalam memberikan pertolongan cepat, tepat, dan terkoordinasi pada setiap keadaan darurat, baik di jalan raya, lingkungan masyarakat, maupun saat terjadi bencana.

Motor PSC dan PMI DIY juga dilibatkan dalam parade tersebut.

Simulasi tersebut menggambarkan penanganan medis terhadap korban gawat darurat oleh tim ambulans gabungan yang dikoordinasikan oleh PSC 119 DIY.

Adapun PSC 119 merupakan call center gawat darurat medis dan tim ambulans yang memberikan pertolongan korban gawat darurat. (oso/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#anak muda #Hari Kesehatan Nasional #GERMAS #penyakit tidak menular #HKN #PTM