JOGJA - Pengendalian inflasi daerah menjadi perhatian Pemerintah kota (pemkot) Jogja. Kios Segoro Amarto, salah satu jurus andalan pemkot dalam pengendalian inflasi di pasar tradisional bakal dikembangkan hingga tingkat kelurahan.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengatakan, pengembangan Kios Segoro Amarto di tingkat wilayah itu akan direalisasikan tahun depan. Tahap awal akan didirikan 14 titik pada tiap kemantren. Kemudian dilanjutkan di 45 kelurahan.
“Tujuannya jelas, mendekatkan harga pangan sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) langsung ke kantong-kantong pemukiman warga,” ujar Hasto dalam Rapat Koordinasi Daerah dan High Level Meeting (HLM) TPID se-DIY, Selasa (11/11/2025).
Bupati Kulon Progo periode 2011-2019 itu menyebut, kehadiran Kios Segoro Amarto pada tiap kelurahan diharapkan dapat menjaga stabilitas harga pangan. Sekaligus menjadi bentuk pemberdayaan masyarakat karena dapat dibentuk seperti program e-warung. Lalu juga bisa bermitra dengan Koperasi Kelurahan Merah Putih.
Menurutnya, selama ini Kios Segoro Amarto berperan vital sebagai pusat rujukan harga bagi pedagang pasar tradisional untuk menjaga stabilitas harga pangan. Namun jumlahnya sampai saat ini masih terbatas di empat pasar tradisional.
Hasto berharap, dengan pengembangan di tingkat kelurahan bisa semakin mendekatkan program tersebut kepada masyarakat. Sehingga upaya pengendalian inflasi lewat dan menjaga kestabilan harga pangan bisa lebih optimal.
“Menurut saya, tidak semua orang itu bisa menjangkau ke pasar,” katanya.
Selain Segoro Amarto, pemkot juga terus menggenjot pengendalian inflasi melalui kerja sama antar daerah. Misalnya untuk menjamin pasokan komoditas beras dan cabai akan bekerjasama dengan kabupaten Sleman. Lalu juga mengaktifkan program Warung Mrantasi (Masyarakat lan Pedagang Tanggap Inflasi).
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Jogja Veronica Ambar Ismuwardani menyampaikan, pemkot memiliki empat titik kios Segoro Amarto. Yakni di Pasar Beringharjo, Pasar Prawirotaman, Pasar Sentul, dan Pasar Kranggan.
Menurut Ambar, kehadiran kios Segoro Amarto dapat menjadi rujukan bagi masyarakat untuk melihat perbandingan harga bahan-bahan pokok. Selain itu, masyarakat pun dapat membeli beras dan minyak di kios tersebut dengan harga eceran tertinggi (HET).
“Kami pastikan stok (bahan pokok) selalu ada di kios Segoro Amarto,” terangnya belum lama ini. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin