JOGJA - Pedagang kaki lima (PKL) yang menggantungkan hidupnya di kawasan Stadion Mandala Krida kini tengah tercekik situasi darurat sampah. Bagaimana tidak, bau menyeruak tumpukan sampah yang tidak kunjung ditangani pemerintah berdampak pada penurunan omzet pedagang. Begini kisahnya.
Timbunan sampah di Depo Mandala Krida pada Selasa (11/11) tampak menggunung. Sebagian bahkan juga telah turun ke jalan. Kondisi itu diperparah dengan bau busuk yang menyeruak hingga radius beberapa meter. Bahkan bisa menyentuh lapak-lapak pedagang yang berseberangan dengan depo.
Pedagang yang sudah menempati lapak di trotoar Mandala Krida selama puluhan tahun itu bahkan mengungkap penurunan laba signifikan. Sebelum sampah depo menumpuk, dirinya mampu meraup omset hingga Rp 400 per hari. Namun selama satu bulan terakhir hanya mengantongi Rp 200 ribu per hari dari berjualan es dan nasi kucing.
Wahono menyebut, anjloknya omzet itu berakar dari kondisi depo yang selalu penuh. Lantaran bau yang ditimbulkan membuat pembeli merasa jijik untuk makan di lapaknya. Sebab kondisi lingkungan yang kian memburuk.
Baca Juga: Nihil SPPG di Kota Jogja Kantongi SLHS, Pembuatan Dipermudah lewat JJS, Akan Terbit Delapan Hari
Hanya satu harapan pria berusia 60 tahunan tersebut, yakni pembersihan total kembali depo. Lantaran jika terus berlanjut, tentu akan membuat dirinya dan puluhan pedagang lain di kawasan Stadion Mandala Krida semakin kesusahan kondisi ekonominya.
Wahono menyatakan, sumber utama masalah yang dihadapi pedagang saat ini adalah tumpukan sampah yang tidak terkelola dengan baik. Timbunan sampah yang seringkali merupakan campuran dari sampah organik dan anorganik menghasilkan bau busuk menyengat.
Menurutnya, bau busuk semakin parah ketika musim penghujan. Lantaran kondisi sampah yang lembab membuat bau sampah semakin kuat. Kondisi itu secara langsung mengurangi daya tarik dan kenyamanan pembeli untuk menikmati berbagai jajanan yang dijajakan pedagang.
Oleh karena itu, Wahono berharap instansi terkait segera mengambil tindakan. Sebab para pedagang mendambakan kebersihan lingkungan. Sehingga dapat mengembalikan rasa nyaman bagi konsumen. “Harapannya omzet kembali pulih,” katanya.
Baca Juga: Nihil SPPG di Kota Jogja Kantongi SLHS, Pembuatan Dipermudah lewat JJS, Akan Terbit Delapan Hari
Selain mengganggu lapak-lapak pedagang, letak Depo Mandala Krida yang berada di jalan protokol juga mengganggu pengguna kendaraan. Tidak sedikit pengemudi sepeda motor yang menutup hidung ketika melintasi jalan di depan depo.
Salah seorang petugas depo menyampaikan, pemerintah kota (pemkot) akan segera melakukan pembersihan depo. Pengurangan tumpukan sampah dijadwalkan pada Rabu (12/11). (inu)
Editor : Sevtia Eka Novarita