JOGJA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta mendeteksi adanya aktivitas siklon tropis Kalmaegi.
Kondisi tersebut memungkinkan adanya cuaca ekstrem hingga gelombang tinggi di perairan selatan Jawa.
Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Yogyakarta Warjono mengatakan, siklon tropis kalmaegi terpantau di Samudera Pasifik sebelah timur Filipina.
Kemudian juga ada beberapa aktivitas siklonik lain di Vietnam, Samudera Hindia selatan Bengkulu dan sekitar laut Jawa.
Dia menyebut, kondisi itu bisa mengakibatkan terbentuknya belokan angin serta pertemuan dan perlambatan kecepatan angin di Jawa Tengah dan DIY.
Serta juga didukung Madden Julian Oscillation (MJO) yang sudah masuk fase lima pada wilayah yang sama.
“Kondisi tersebut dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah Jawa khususnya di wilayah DIY,” ujar Warjono dalam keterangannya, Jumat (7/11/2025).
Baca Juga: Ingin Berwisata ke Yogyakarta? Ini Tempat yang Wajib Masuk Daftar Liburanmu
Lebih lanjut, Warjono juga mengingatkan potensi cuaca ekstrem akibat fenomena tersebut.
Lantaran berdasar pantauan profil vertikal kelembaban udara terkini masuk kategori basah atau memiliki kelembaban sebesar 70 - 85 persen.
Tingkat kelembaban tinggi dapat memberi peluang hujan di wilayah DIY baik pada siang, sore, dan malam hari.
Sementara untuk aktivitas siklonik dapat mengakibatkan gelombang laut dengan ketinggian mencapai 2,5 hingga 4 meter.
Baca Juga: Wujudkan Sleman Dalane Alus, DPUPKP Sleman Punya Tim Khusus untuk Cari dan Tambal Jalan Berlubang
Menurutnya, beberapa wilayah juga dimungkinkan terjadi hujan lebat yang dapat disertai dengan angin kencang.
Terlebih di Kota Jogja, Sleman, Gunungkidul bagian utara, dan Kulonprogo bagian utara.
“Cuaca ekstrem dapat menimbulkan bencana hidrometeorologi berupa banjir, tanah longsor, puting beliung, pohon tumbang hingga sambaran petir,” jelas Warjono.
Baca Juga: Astra Motor Yogyakarta Ajak Komunitas Honda CBR250RR “Melesat Lebih Cepat” di Mandalika
Dikonfirmasi terpisah, Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja Darmanto menyampaikan pihaknya sudah menetapkan status siaga darurat bencana.
Kebijakan itu berlaku hingga akhir November mendatang sebagai sebagai bentuk tindak lanjut prediksi BMKG perihal cuaca ekstrem.
Darmanto berharap, penetapan status siaga darurat bencana bisa menjadi langkah penting bagi pemerintah untuk meningkatkan kewaspadaan.
Sekaligus mempercepat respon penanganan ketika ada kejadian kebencanaan di Kota Jogja.
“Penanganan akan dioptimalkan supaya bisa lebih cepat, efektif dan terkoordinasi,” katanya. (inu)
Editor : Winda Atika Ira Puspita