Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

BMKG Yogyakarta Deteksi Siklon Kalmaegi, Waspada Cuaca Ekstrem dan Gelombang Laut Tinggi 

Iwan Nurwanto • Sabtu, 8 November 2025 | 02:45 WIB

CUACA EKSTREM: Penumpang memandang keluar dari dalam becak yang dilapisi mantel saat hujan mengguyur Kota Jogja, kemarin (24/10).
CUACA EKSTREM: Penumpang memandang keluar dari dalam becak yang dilapisi mantel saat hujan mengguyur Kota Jogja, kemarin (24/10).

JOGJA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta mendeteksi adanya aktivitas siklon tropis Kalmaegi.

Kondisi tersebut memungkinkan adanya cuaca ekstrem hingga gelombang tinggi di perairan selatan Jawa.

Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Yogyakarta Warjono mengatakan, siklon tropis kalmaegi terpantau di Samudera Pasifik sebelah timur Filipina.

Baca Juga: Penghuni Rusunawa Graha Bina Keluhkan Atap Sering Bocor dan Fasilitas Rusak, Begini Tanggapan Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo..

Kemudian juga ada beberapa aktivitas siklonik lain di Vietnam, Samudera Hindia selatan Bengkulu dan sekitar laut Jawa.

Dia menyebut, kondisi itu bisa mengakibatkan terbentuknya belokan angin serta pertemuan dan perlambatan kecepatan angin di Jawa Tengah dan DIY.

Serta juga didukung Madden Julian Oscillation (MJO) yang sudah masuk fase lima pada wilayah yang sama.

“Kondisi tersebut dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah Jawa khususnya di wilayah DIY,” ujar Warjono dalam keterangannya, Jumat (7/11/2025).

Baca Juga: Ingin Berwisata ke Yogyakarta? Ini Tempat yang Wajib Masuk Daftar Liburanmu

Lebih lanjut, Warjono juga mengingatkan potensi cuaca ekstrem akibat fenomena tersebut.

Lantaran berdasar pantauan profil vertikal kelembaban udara terkini masuk kategori basah atau memiliki kelembaban sebesar 70 - 85 persen. 

Tingkat kelembaban tinggi dapat memberi peluang hujan di wilayah DIY baik pada siang, sore, dan malam hari.

Sementara untuk aktivitas siklonik dapat mengakibatkan gelombang laut dengan ketinggian mencapai 2,5 hingga 4 meter.

Baca Juga: Wujudkan Sleman Dalane Alus, DPUPKP Sleman Punya Tim Khusus untuk Cari dan Tambal Jalan Berlubang

Menurutnya, beberapa wilayah juga dimungkinkan terjadi hujan lebat yang dapat disertai dengan angin kencang.

Terlebih di Kota Jogja, Sleman, Gunungkidul bagian utara, dan Kulonprogo bagian utara.

“Cuaca ekstrem dapat menimbulkan bencana hidrometeorologi berupa banjir, tanah longsor, puting beliung, pohon tumbang hingga sambaran petir,” jelas Warjono.

Baca Juga: Astra Motor Yogyakarta Ajak Komunitas Honda CBR250RR “Melesat Lebih Cepat” di Mandalika

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja Darmanto menyampaikan pihaknya sudah menetapkan status siaga darurat bencana.

Kebijakan itu berlaku hingga akhir November mendatang sebagai sebagai bentuk tindak lanjut prediksi BMKG perihal cuaca ekstrem.

Darmanto berharap, penetapan status siaga darurat bencana bisa menjadi langkah penting bagi pemerintah untuk meningkatkan kewaspadaan.

Baca Juga: Kasih Orang Tua Sepanjang Masa! Kisah Keluarga di Kulon Progo, Sepasang Lansia Rawat Tiga Puteranya ODGJ

Sekaligus mempercepat respon penanganan ketika ada kejadian kebencanaan di Kota Jogja.

“Penanganan akan dioptimalkan supaya bisa lebih cepat, efektif dan terkoordinasi,” katanya. (inu)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#bmkg yogyakarta #Cuaca Ekstrem #Siklon Kalmaegi #gelombang laut tinggi