Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengatakan, bakteri e-coli terkontaminasi pada air yang digunakan untuk mencuci bahan makanan. Bakteri itu ditemukan pada sayur dan buah.
"Saya memang mencurigai nyucinya buah, nyucinya sayur. Itu pakai air yang terkontaminasi e-coli,” ujar Hasto saat ditemui di Balai Kota Jogja, Kamis (6/11/2025).
Mantan bupati Kulonprogo itu menyatakan, pemkot sudah berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) perihal kasus ini. Salah satunya melalui rapat koordinasi yang digelar di Ruang Yudhistira Balai Kota Jogja, Kamis (6/11/2025).
Hasilnya, BGN memberi rekomendasi kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk menggunakan air galon sebagai pencuci bahan makanan.
Jika tidak memungkinkan, bisa menggunakan air PDAM. "Kalau menggunakan air sumur risikonya terkontaminasi (bakteri e-coli),” jelas Hasto.
Sementara itu, Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN Letjen TNI (Purn) Dadang Hendrayudha menyampaikan, pihaknya sudah melakukan evaluasi terhadap SPPG yang terdapat kasus keracunan.
Yakni dengan penghentian sementara operasional dapur untuk perbaikan standar.
Dia menegaskan, mengantisipasi kasus keracunan memang penerbitan Sertifikat Laik Hygiene dan Sanitasi (SLHS) bagi SPPG tidak boleh dilakukan sembarangan.
Dalam arti, pemeriksaan dan pengawasan sebelum sertifikat dikeluarkan harus dilakukan menyeluruh. "Kalau ada yang belum memenuhi syarat, harus diperbaiki dulu,” tandasnya.
Seperti diberitakan, pada 15 Oktober 2025 sebanyak 426 siswa SMAN 1 Jogja menderita keracunan usai mengonsumsi MBG. Sebagian di antaranya bahkan mengalami mual dan diare.
Salah satunya Kayvella Najwa Audria. Siswa kelas 12 ini mengaku mengalami sakit perut yang dirasakan beberapa jam setelah mengonsumsi MBG. Pasca keracunan kala itu, dia bahkan tidak bisa berangkat ke sekolah.
"Paginya sekolah, tapi saya kayak mules berkelanjutan di pagi hari. Sehingga izin pulang,” ujar Kayvella saat menyampaikan beberapa waktu lalu. (inu/laz)
Editor : Herpri Kartun