Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Optimistis Kunjungan Wisata di Jogja Meningkat di Tengah Ancaman Cuaca Ekstrem di DIY, Persiapan Jelang Libur Nataru

Agung Dwi Prakoso • Rabu, 5 November 2025 | 21:08 WIB

LIBURAN: Wisatawan memadati objek wisata Pantai Glagah.
LIBURAN: Wisatawan memadati objek wisata Pantai Glagah.


JOGJA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mulai melakukan persiapan untuk menyambut wisatawan menjelang libur Natal dan Tahun Baru mendatang.

Meskipun DIY dibayang-bayangi cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi, namun para pelaku usaha tetap optimistis kunjungan wisatawan bisa meningkat. 

Terlebih jika dibandingkan dengan bulan November yang ia anggap belum terlihat 'hilal' nya.

Hal itu cukup melegakan dan menjadi angin segar bagi para pelaku usaha khususnya hotel di DIY. 

"Okupansi bulan Desember itu sudah rata-rata 60 persen di DIY," bebernya. 

Mayoritas wisatawan yang telah reservasi berasal dari DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur. Kemudian di luar pulau jawa banyak ditemui wisatawan dari Lampung, Bali dan Kalimantan. 

"Target okupansi di seluruh DIY 85 persen sudah cukup, syukur-syukur bisa 90 persen," tuturnya. 

Target tersebut dinilai memungkinkan untuk digapai.

Sebab, data okupansi di tahun-tahun sebelumnya di atas 95 persen, bahkan mendekati 100 persen untuk hotel di wilayah tengah, Kota Jogja.

Namun, untuk okupansi di seluruh DIY ia hanya menargetkan bisa tembus 85 persen.

Pasalnya, ia menyadari situasi ekonomi dan cuaca ektrem yang kurang baik berpotensi mempengaruhi jumlah kunjungan wisatawan DIY. 

"Situasi itu bisa merubah segalanya. Kadang sudah reservasi, dia membatalkan atau menunda, karena faktor, cuaca, ekonomi, keamanan," ucapnya. 

Pemerintah diharapkan dapat menekankan pada langkah antisipasi untuk memunculkan rasa nyaman dan aman bagi calon wisatawan.

"Jangan malah membuat takut atau resah wisatawan," tandasnya. 

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata DIY Imam Pratanadi mengatakan tengah menyiapkan strategi pemerataan kunjungan wisatawan menjelang libur Nataru.

Hal itu untuk memastikan agar wisatawan tidak terpusat di kawasan Kota Jogja dan bisa menyebar ke seluruh daerah.

Selain itu, ia juga mulai meningkatkan promosi dengan memberikan tawaran destinasi wisata alternatif.

"Supaya mereka mempunyai alternatif-alternatif lain untuk destinasi tidak hanya di kota saja dan Sleman, tapi juga di Kulon Progo, di Gunungkidul, dan di Bantul itu nanti kita siapkan," ujarnya.

Baca Juga: Topan Maut Terjang Filipina, Korban Tewas Tembus 60 Jiwa

Ia juga melakukan antisipasi potensi cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi karena Desember telah masuk pada musim hujan.

Pengelola destinasi wisata kategori berisiko telah diminta meninjau kembali standar operasional prosedur (SOP) penanganan keadaan darurat.

Menurut dia, kesiapan itu penting agar langkah cepat dapat dilakukan jika terjadi situasi yang tidak diinginkan. Salah satunya wisata terbuka seperti pantai. 

Baca Juga: Menikmati Pagi di Jogja: Rekomendasi Spot Lari pagi yang Bikin Kamu Ketagihan

"Kami pastikan SOP itu mereka jalankan dengan baik, itu saja. Karena kita tidak bisa mencegah terjadinya bencana alam. Kami coba untuk memastikan bahwa destinasi-destinasi itu sedemikian meningkat kualitasnya, sehingga orang yang datang juga tidak ragu-ragu untuk mengeluarkan 'spending' untuk itu," jelasnya. (Oso)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Kota Jogja #Yogyakarta #phri diy #Cuaca Ekstrem #kunjungan wisata