JOGJA - Sepinya pembeli pusat jajanan serba ada (pujasera) di rooftop Pasar Sentul menjadi sorotan legislatif. Komisi B DPRD Kota Jogja mendorong agar pemerintah kota (pemkot) segera memberikan solusi kepada pedagang. Misalnya dengan menggelar kegiatan yang dipusatkan di rooftop.
Sekretaris Komisi B DPRD Kota Jogja Munazar mengatakan, pemkot harus menjadikan Pasar Sentul sebagai lokasi rutin berbagai kegiatan. “Tidak hanya kegiatan dari dinas perdagangan saja, tetapi juga kegiatan dari Pemkot secara umum agar dapat menjadi daya tarik bagi pengunjung,” ujar Munazar saat dikonfirmasi lewat sambungan telepon Selasa (4/11).
Politis Partai Golkar itu mengaku, sudah banyak mendengar aduan sekaligus keluhan para pedagang rooftop Pasar Sentul. Mayoritas pedagang mengeluhkan kurangnya promosi dan lokasi rooftop yang tidak strategis.
Dia meminta, pemkot tidak boleh membiarkan para pedagang berjuang sendirian dan harus segera mengambil sikap. Sebab para pedagang sebelumnya juga sudah berkenan untuk direlokasi dari Alun-Alun Sewandanan Pura Pakualaman ke lantai tiga Pasar Sentul.
“Jangan sampai kita melakukan revitalisasi pasar tapi pedagang-pedagang malah lesu, ini tidak bisa dibiarkan,” tegas Munazar.
Politisi yang memiliki latar belakang wirausahawan ini pun berharap, Pasar Sentul bisa menjadi pelajaran berharga untuk program revitalisasi pasar tradisional lainnya. Apalagi dalam hal tata bangunan. Sebab desain bangunan lantai atas Pasar Sentul terkesan tertutup dan tidak memiliki daya tarik.
Munazar menegaskan, legislatif tidak ingin revitalisasi pasar tradisional yang saat ini dilakukan cenderung menyusahkan pedagang. Termasuk Pasar Terban dan pasar tradisional lainnya, harus benar-benar memperhatikan ruang publik dan memiliki konsep yang dapat menarik pengunjung. “Harus dipikirkan mulai dari fasadnya, dari sarana prasarananya, dari desainnya,” pesan Munazar. (inu/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita